Bapaslon yang Sakit Bakal Dicoret

La Ode Abdul Natsir

KENDARIPOS.CO.ID — Pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon (Bapaslon) kepala daerah yang berlaga pada Pilkada tujuh kabupaten di Sultra, tengah berlangsung. Sebanyak 17 Bapaslon telah melakukan tes kesehatan di RSU Bahteramas Kendari, satu Bapaslon masih ditunda karena salah satunya terinfeksi Covid-19.

Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Muthalib mengatakan kandidat yang belum menjalani tes kesehatan akan dilakukan setelah yang bersangkutan sembuh dari Covid-19. Sementara Bapaslon yang hasil pemeriksaan kesehatan menunjukan tidak sehat, maka bakal digugurkan dari bursa pencalonan.

“Kegiatan pemeriksaan kesehatan merupakan satu dari sekian rangkaian tahapan kontestasi pilkada. Sifatnya wajib bagi semua bapaslon jika ingin melaju ke tahap selanjutnya. Karena hasil tes kesehatan adalah salah satu syarat bagi Bapaslon untuk dinilai layak dan tidaknya ditetapkan sebagai pasangan calon,” ungkapnya kepada Kendari Pos, kemarin.

Ia mengungkapkan 34 figur yang berlaga di pilkada tujuh kabupaten sudah menjalani tes kesehatan. Hasilnya telah diterima oleh masing-masing KPU kabupaten. Kecuali, Muna, karena salah satu Bapaslon dinyatakan positif corona dan akan mengikuti tes kesehatan bila sudah sembuh. “Untuk kategori pemeriksaan terdiri tiga macam yakni pemeriksaan jasmani, rohani, dan bebas narkotika,”kata.

Eksektor pemeriksaan kesehatan jasmani, kata dia, dilakukan dokter spesialis yang di rekomendasikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra. Untuk pemeriksaan rohani dilakukan dokter spesialis psikologi yang direkomendasikan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Sultra. “Sementara yang melakukan pemeriksaan terhadap bebas narkoba ditangani langsung oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra,”terangnya.

Hasil pemeriksaan kesehatan akan diumumkan melalui situs SILON, yang dapat diakses secara terbuka oleh siapa pun. Hasilnya juga akan diserahkan kepada bapaslon yang bersangkutan, kepada pihak Rumah Sakit sebagai arsip dan KPU, sebagai salah satu berkas syarat pencalonan. Bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi status sehat pada kategori jasmani, rohani, maupun bebas narkoba, maka akan digugurkan.

“Yang divonis gugur tidak ada lagi cela untuk bisa lulus semisal melakukan tes kesehatan di tempat lain sebagai pemanding. Dan yang gugur, bisa dilakukan pergantian saat masa perbaikan sebelum penetapan calon dan pengundian nomor urut,”tandasnya. (m6/b)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.