Bantuan Kuota Internet Dinilai Tidak Tepat Sasaran


KENDARIPOS.CO.ID — Anggota Ombudsman Alvin Lie terkejut membaca pesan singkat dari Telkomsel, kemarin. Sebab, dia ternyata juga menerima bantuan kuota internet dari Kemendikbud. Alvin sempat berpikir bantuan itu untuk apa. Sebab, saat ini dia tidak aktif menjadi dosen. ’’Saya memang sedang S-3. Apakah ini bantuan karena masih terdaftar, saya tidak tahu,’’ tuturnya ketika dikonfirmasi.

Sejumlah pelajar melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh di Balai Warga RT 05/RW 02 Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat. (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

Alvin tidak tahu berapa kuota internet yang didapat. Sebab, seluruh fitur GPRS/3G/4G nomor tersebut sudah lama dinonaktifkan. Nomor hanya difungsikan untuk voice call dan SMS. Artinya, tidak ada verifikasi untuk memastikan apakah nomor tersebut aktif digunakan internet atau tidak.

Menurut dia, bantuan itu seharusnya menyasar jenjang PAUD, pendidikan dasar, menengah, dan mahasiswa S-1. Sebab, hampir semua mahasiswa S-2 dan S-3 telah bekerja. Program-program subdisi seharusnya menyasar warga yang tidak mampu secara ekonomi.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Evy Mulyani menyampaikan, data nomor ponsel didaftarkan pihak universitas. Verifikasi dan validasi dilakukan berdasar perguruan tinggi dan sekolah basis masing-masing. ’’Masing-masing individu menjadi tanggung jawab lembaga tersebut, sebagaimana diatur dalam persesjen tentang juknis,’’ ungkapnya.

Dalam juknis itu disebutkan bahwa pemimpin satuan pendidikan menerbitkan surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) yang menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas kebenaran data nomor ponsel yang terinput ke sistem data pokok pendidikan dan sistem pangkalan data pendidikan tinggi. (jpg)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.