Awasi Ruang Digital, Bawaslu Sultra Bentuk Satgas Pengawasan Medsos – Kendari Pos
Politik

Awasi Ruang Digital, Bawaslu Sultra Bentuk Satgas Pengawasan Medsos

KENDARIPOS.CO.ID — Ruang-ruang digital akan menjadi tempat yang berpotensi mengangkat ataupun menurunkan citra pasangan calon yang berlaga di Pilkada serentak di tengah pandemi Covid-19. Kerumunan massa tidak dibenarkan, sehingga media sosial (medsos) ideal buat memainkan narasi kampanye. Bawaslu Sultra akan membentuk Tugas (Satgas) pengawas medsos.

Hamiruddin Udu

Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu mengatakan Satgas pengawas medsos bertugas memantau atau memonitoring, aktivitas masyarakat sipil, peserta pilkada, maupun ASN selama hajatan demokrasi berlangsung. Tujuannya untuk meminimalisir penyebaran berita bohong, isu SARA, maupun aktivitas ASN yang berpotensi tidak netral.

“Proses pembentukannya telah melalui tahapan finalisasisi dan tinggal menunggu waktu penetapan secara resmi. Insya Allah dalam waktu dekat, kami akan informasikan ke publik peresmian Satgas pengawas medsos,”kata Hamiruddin Udu kepada Kendari Pos, kemarin.

Untuk mekanisme kerjanya, kata dia, Satgas tingkat provinsi maupun kabupaten akan berkordinasi langsung dengan pihak Kementerian yang menangani perihal informatika dan pihak Facebook Perwakilan Indonesia. Ia mencontohkan, jika Satgas kabupaten menemukan adanya akun palsu yang menyebarkan hoax atau ujaran kenencian dan atau lain sejenisnya, maka langsung dilaporkan ke pihak Facebook untuk ditindaklanjuti.

“Ketika kajian mereka menyimpulkan bahwa terbukti melakukan pelanggaran, maka akun bersangkutan akan dihapus dari medsos,”jelas Hamiruddin Udu. Temuan Bawaslu, kata dia, 88 ASN melakukan pelanggaran di medsos. Sebagian besar dari jumlah tersebut telah dilaporkan ke KASN untuk ditindaklanjuti. Jika KASN menyimpulkan yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran, maka akan diberi sanksi tegas kepada pelaku.

“Rata-rata pelanggaran yang mereka lakukan yakni aktivitas like (suka), memberi komentar di laman medsos yang bernuansa cenderung berpihak kepada kandidat tertentu. Daerah yang paling tertinggi terjadinya pelanggaran ialah Wakatobi, Muna, dan Buton Utara,”tandasnya. (m6/b).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy