Alat Berat Penambang Ilegal di Kolut Disita – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Alat Berat Penambang Ilegal di Kolut Disita


KENDARIPOS.CO.ID — Penyitaan alat berat dilakukan aparat Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polisi Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Inspektur Tambang. Alat berat milik penambang perorangan tersebut disita karena melakukan aktivitas secara ilegal di wilayah eks izin usaha pertambangan (IUP) PT Pandu Citra Mulia (PCM).

Sejumlah unit alat berat yang beroperasi pada area tambang secara ilegal di batu Putih dan kini disita pihak Polda Sultra. Barang bukti itu sebagian telah diamankan di Mapolres Kolut.

Sepuluh unit alat berat sitan itu kini terparkir di halaman Mapolres Kolut dan telah dipasangi garis polisi sejak Rabu pekan lalu (23/9). Masih ada sepuluh unit lainnya terparkir di lokasi yang sementara dalam proses mobilisasi dari kawasan pertambangan di Kecamatan Batu Putih menuju Lasusua untuk diamankan petugas.
Kasatreskrim Polres Kolut, Iptu Ahmad Fathoni, yang dikonfirmasi terkait penyitaan alat berat tersebut enggan berkomentar. Ia mengatakan hanya diamanahkan terkait pengamanan puluhan eksavator tersebut yang dimobilisasi dari lokasi ke institusinya. “Lebih jelasnya ke Polda langsung,” singkatnya, Senin (28/9).

Direktur Kriminal Khusus Polda Sultra Kombespol Heri Tri Maryadi yang dikonfirmasi membenarkan jika alat berat itu merupakan sitaan pihaknya. Heri belum bisa merinci jumlah barang bukti hasil sitaan itu dan terlebih dahulu akan menanyakan ke anggotanya yang turun merazia di lokasi. “Iya. Itu barang bukti yang disita sejak Rabu pekan lalu,” ucapnya singkat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat penyitaan masih ada puluhan alat berat yang luput karena bergegas meninggalkan lokasi. Mereka memindahkan dan menyembunyikan alat pengeruk itu sesaat sebelum tim tiba di target operasi. Razia ini berlangsung dua hari di Batu Putih. Setidaknya terdapat 40 unit alat dioperasikan di sana. Ada pula empat unit eksavator sempat diberi garis polisi namun kemudian dibuka kembali esok harinya. Alat berat itu disita dari Desa Latowu dan Tetebawo.

Meski aktivitas pertambangan itu dianggap ilegal, tetapi tidak ada pihak yang dilaporkan ditahan. “Kalau mau jujur sebenarnya jika dikumpul ada 40 an unit alat di sana. Yang punya bukan hanya satu atau dua orang saja,” ungkap A, salah satu warga Desa Latowu yang turut memantau di lokasi saat operasi berlangsung.
Bukan hanya alat berat, sejumlah tongkang yang berkolaborasi dengan para penambang ilegal di Batu Putih juga terpantau terparkir pada beberapa jeti. Sebagian diantaranya sengaja ditarik keluar dari tempat sandaran sesaat sebelum tim sidak sampai di lokasi.

Salah satu jeti yang mereka gunakan milik PT. Kurnia Teknik Jayatama (KTJ) yang terletak di areal yang mereka sebut Sapiri. Perusahaan tersebut diduga melakukan pelanggaran dengan mengkomersialkan tempat labuhnya yang berstatus terminal khusus (Tersus) batu krom. Inspektur Tambang Kementerian ESDM, Isran Naim, yang dikonfirmasi membenarkan giat operasi tersebut meski dirinya tidak sempat ikut turun langsung ke lokasi. Ia belum mengetahui secara pasti jumlah alat yang disita dan baru akan melakukan konfirmasi ke pihak terkait. “Benar ada tim kami yang juga turun termasuk dari pihak dinas. Saya akan konfirmasi apa hasil operasinya,” ucapnya.

Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kolut, Taufik, yang dikonfirmasi terkait operasi penertiban tambang ilegal di wilayah kerjanya mengaku tidak tahu-menahu. Pihaknya mengaku tidak mendapat laporan ataupun dilibatkan dalam giat penyitaan puluhan alat berat penambang ilegal tersebut. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy