Akun Medsos Paslon Wajib Dilaporkan ke KPU – Kendari Pos
Politik

Akun Medsos Paslon Wajib Dilaporkan ke KPU

KENDARIPOS.CO.ID — Kampanye Pilkada 2020 juga akan tersaji di dunia maya selama 26 September hingga 5 Desember mendatang. Namun akun resmi media sosial (medsos) milik pasangan calon (paslon), tim pemenang dan parpol harus dilaporkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat untuk mencegah narasi kampanye hitam, hoaks dan isu SARA.

La Ode Abdul Natsir

Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Muthalib mengatakan, ketetapan waktu bagi para paslon untuk mendaftarkan akun resmi medsos kepada KPU kabupaten, paling lambat sebelum masa kampanye dimulai. Syaratnya, dengan menggunakan formulir BC4-KWK. Nantinya bukan saja disampaikan kepada KPU namun juga ke Bawaslu, Polres dan disimpan menjadi arsip Paslon.

“Kendati dibolehkan untuk melakukan kampanye di medsos, namun tidak diperkenankan memasang iklan kampanye,” kata Abdul Natsir Muthalib kepada Kendari Pos, Minggu (20/9). Kampanye di medsos, kata dia, untuk lebih mengenalkan visi misi serta berbagai program paslon kepada masyarakat, yang muaranya untuk meyakinkan para pemilih. Gagasan yang ditawarkan berupa rencana jangka panjang dalam membangun daerah.

” Di mana untuk ketentuan lebih rinci materi yang digagas para paslon wajib berlandaskan pada nilai-nilai Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Pancasila, menjaga dan meningkatkan moralitas dan nilai-nilai agama serta jati diri bangsa, meningkatkan kesadaran hukum dan memberikan informasi yang benar, seimbang dan bertanggung jawab sebagai bagian dari pendidikan politik,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, paslon wajib menjalin komunikasi politik yang sehat dengan masyarakat. Itu sebagai bagian dari membangun budaya politik Indonesia yang demokratis dan bermartabat. Termasuk menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan golongan dalam masyarakat,”terangnya.

Abdul Natsir Muthalib menjelaskan, untuk materi kampanye agar disampaikam dengan sopan. Yaitu menggunakan bahasa atau kalimat yang santun dan pantas ditampilkan kepada umum. Selain itu disampaikan dengan tertib, tidak mengganggu kepentingan umum serta edukatif atau mendidik dalam memberikan informasi yang bermanfaat dan mencerahkan pemilih.

“Gugusan kalimat kampanye yang dibangun juga harus bijak dan beradab. Artinya tidak menyerang pribadi, kelompok, golongan atau paslon lain dan tidak memicu hal-hal yang bersifat provokatif,”tandasnya. (m6/b).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy