Wali Kota Kendari Belum Restui PBM Tatap Muka – Kendari Pos
Metro Kendari

Wali Kota Kendari Belum Restui PBM Tatap Muka

KENDARIPOS.CO.ID — Meski telah diberikan kelonggaran, Wali Kota Kendari, Sulkarnain belum ini memberi restu sekolah melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) secara tatap. Ia khawatir aktifitas belajar di sekolah justru menimbulkan klaster baru penyebaran virus corona. Apalagi wabah covid-19 belum bisa terkendali.

Wali Kota Kendari H. Sulkarnain Kadir

“Untuk sementara waktu PBM tatap muka tidak kita laksanakan. Kita tunggu dulu situasi hingga benar-benar kondusif dan aman dari potensi penularan (Covid-19). Saya sudah instruksikan Dikmudora untuk itu,” kata Sulkarnain, kemarin.

Saat ini, kondisinya belum aman. Di sisi lain, jumlah pasien covid-19 terus bertambah. Ia tak ingin anak didik tertular hanya karena sekedar ikut-ikutan buka sekolah. “Anak-anak kita sangat rentan untuk tertular. Sehingga belajar dari rumah adalah keputusan yang sangat tepat. Dirumah anak bida dibimbing dan mendapat pengawasan langsung oleh orang tua. Di rumah juga mereka bisa belajar secara daring, luring, kemudian ada yabg baru kita bahas yakni PBM Home Visit dan posko belajar,” ungkap Sulkarnain.

Sementara itu, Plt. Dikmudora Kota Kendari, Makmur mengaku siap menjalankan instruksi dari Wali Kota untuk menunda sementara PBM tatap muka dan menggantinya dengan cara daring dan luring serta PBM Home Visit dan posko belajar yang belum lama ini diterapkan.

Metode PBM secara daring dan luring sebelumnya sudah dilaksanakan sejak Maret lalu. Di mana siswa belajar memanfaatkan jaringan internet bagi yang belajar secara daring, dan siswa memanfaatkan buku panduan (buku paket) dari perpustakaan sekolah bagi siswa yang belajar secara luring.

“Berdasarkan informasi dari tim pengawas yang melakukan monitoring, dari sekira 35 ribu peserta didik untuk semua jenjang (SD-SMP), yang melaksanakan PBM secara daring tercatat sebanyak 33 ribu anak. Sisanya sekitar 2 ribu melaksanakannya secara luring,” ungkap Makmur.

Penerapan PBM Home Visit, tujuannya untuk memastikan peserta didik memahami langsung apa yang diajarkan oleh para guru saat pembelajaran berlangsung. Hal ini dilakukan agar kompetensi para siswa tetap meningkat. “Program ini dilaksanakan dengan cara para guru mengunjungi tempat tinggal siswa untuk memberikan pembelajaran, dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi peserta didik, dengan mengumpulkan beberapa siswa yang rumahnya saling berdekatan, maksimal dalam kunjungan tersebut diikuti maksimal 5 orang murid. Guna tetap menjalankan Physical Distancing,” ungkapnya.

Program ini sambungnya, hanya akan diterapkan pada wilayah yang warganya tidak memiliki pasien Covid-19. Serta untuk d isetiap pembelajaran yang berlangsung harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ia menginginkan, dengan adanya Home Visit ini, para murid dapat menangkap dan memahami pembelajaran yang dilakukan secara langsung oleh para guru. Seperti halnya di sekolah. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy