Wacana Koalisi Dokter-SU Mencuat – Kendari Pos
Politik

Wacana Koalisi Dokter-SU Mencuat

LM. Baharuddin

KENDARIPOS.CO.ID — LM. Rajiun Tumada – La Pili telah mengunci Demokrat 4 kursi dan Nasdem 2 kursi. Belakangan ini, isu koalisi LM. Baharuddin-Syarifuddin Udu (SU) mulai mencuat di Pilkada Muna 2020. Wacana itu muncul lantaran tersisa satu tiket Pilkada yang diperebutkan setelah pasangan LM. Rusman Emba-Bahrun Labuta lebih dulu mengamankan Golkar 4 kursi, PKB 4 kursi dan PKS 2 kursi.

Pengamat politik Universitas Halu Oleo Dr. Najib Husain menilai munculnya wacana koalisi baru tersebut tidak terlepas dari kerasnya rivalitas Rusman dan Rajiun. Peta politik saat ini pun harus diakui hampir menutup peluang LM. Baharuddin dan Syarifuddin Udu untuk maju bersamaan. Tidak heran sejumlah simpul politik ingin menyatukan dua figur tersebut.

Meski demikian, Najib berpandangan jika wacana koalisi yang digadang-gadang menjadi poros tengah itu sulit terwujud. “Secara normatif sulit keduanya berkoalisi karena disatu sisi Syarifuddin Udu telah lebih dulu meminang Hasid Pedansa sebagai pasangan dengan dukungan Hanura 5 kursi,” kata Akademisi UHO itu.

Kata Najib, Dokter-sapaan karib LM. Baharuddin- sesungguhnya memiliki modal politik yang kuat untuk kembali bertarung. Pemilihnya diyakini masih solid dan sulit berpaling. Hanya, Dokter kurang bertenaga dalam perebutan partai politik sehingga tertinggal jauh dibanding rivalnya yang lain. Dokter sampai saat ini baru didukung PAN pemilik satu kursi parlemen. Jumlah yang bahkan jika digabungkan dengan Gerindra tiga kursi dan PPP satu kursi belum cukup mengantarkannya ke tahap pendaftaran.

“Kembali soal, apabila Dokter tidak jadi maju, maka akan kemana pilihan politiknya ? Saya melihat justru peluang itu ada pada petahana,” jelasnya. Kemungkinan terwujudnya koalisi Dokter – SU tidak hanya terkendala alasan normatif karena kehadiran Hasid Pedansa. Sebab menurutnya, Dokter sepertinya akan lebih ‘nyaman’ merapat ke LM. Rusman Emba dibanding dua figur lainnya.

Salah satu alasannya karena Dokter memiliki kekecewaan pada Pemilu 2019 lalu yang disebut-sebut karena tidak terlaksananya komitmen politiknya bersama Rajiun. “Karena alasan itu, saya berpikir Dokter akan bergabung ke petahana untuk menghadapi lawan politiknya,” paparnya.

Meski demikian, peluang Dokter maupun SU untuk sama-sama maju bertarung di Pilkada tetap terbuka. Salah satunya karena sikap PDIP yang punya 4 kursi belum diumumkan secara resmi. Kendatipun skema itu sangat kecil kemungkinan terjadi. “Prediksi saya di Muna hanya ada tiga calon. Salah satu diantara Dokter dan SU pasti ada yang tersisih,” pungkasnya. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy