Terobosan Cerdas Wali Kota Kendari Diapresiasi KPK – Kendari Pos
Metro Kendari

Terobosan Cerdas Wali Kota Kendari Diapresiasi KPK

KENDARIPOS.CO.ID — Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, tak berhenti berinovasi. Pelayanan publik di Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dibalut dengan beragam terobosan berbasis digital. Terbaru, Pemkot dalam kendali Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menelurkan program Jaga Kendari (Jari) berbasis website. Program Jari diyakini menjadi senjata pamungkas penumpas potensi munculnya praktik Suap, Pungli dan Gratifikasi (SPG). Berbekal Jari itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menjadikan wilayah pelayanan publik bebas pungli. Alhasil, terobosan cerdas seorang Sulkarnain menuai apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebab, Pemkot Kendari dianggap memiliki komitmen serius memberantas potensi praktik Suap, Pungli dan Gratifikasi (SPG) melalui program Jaga Kendari (Jari). “Alhamdulillah, KPK turut mengapresiasi. Apalagi program Jari ini sinkron dengan program KPK. Jadi, nantinya proses layanan Jari akan dipantau dan dimonitor KPK. Untuk itulah, saya memperingatkan agar ASN menghindari praktek SPG,” kata Sulkarnain saat melaunching program Jaga JARI di Kantor Inspektorat Kota Kendari, Senin (3/8) kemarin.

Program Jari, kata Sulkarnain Kadir, telah terintegrasi dengan program milik KPK yaitu Jaga.id. Yang fungsinya juga sama sebagai layanan yang bisa diakses masyarakat untuk mengawal pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir berharap program Jari ini bisa menjadi penyemangat bagi jajaran di sektor pelayanan baik di level Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga kecamatan dan kelurahan untuk memberikan yang terbaik. Dengan begitu, layanan publik bisa lebih efisien, semakin cepat dan mudah diakses.

Inspektur Inspektorat Kota Kendari, Syarifuddin mengatakan tahap awal program ini bentuk aplikasi berbasis website dan akan berfokus pada layanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan seluruh kecamatan dan kelurahan. “Mereka (Disdukcapil, kecamatan dan kelurahan) paling banyak berinteraksi dengan masyarakat. Setiap hari sekira 200 sampai 300 orang atau sekira 10 ribu dalam sebulan mendapatkan layanan administrasi. Jadi secara umum pelayanan yang diberikan adalah gambaran dari layanan Pemkot. Sehingga kita ingin mereka bebas dari potensi suap, pungli dan gratifikasi (SPG) ini,” jelas Syarifuddin.

Syarifuddin menambahkan layanan Jari bisa diakses masyarakat melalui website kendarikota.go.id. Dalam waktu dekat, akan digagas berbasis android. Layanan Jari ini juga akan diintegrasikan dengan layanan di kelurahan, kecamatan seperti Layanan Integrasi Kendari (LAIKA) dan Disdukcapil serta layanan pencegahan korupsi milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga jika ada keluhan masyarakat bisa segera ditindak lanjuti.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari, Moh Nur Rasak berkomitmen membantu menyosialisasikan dan menyukseskan program tersebut. “Mudah-mudahan aplikasi ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga Kota Kendari sehingga pelayanan publik bebas dari SPG,” kata Razak. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy