Tenaga Pendidik Kurang, Sulkarnain Minta Tambahan Guru Pegawai ke Pusat – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Tenaga Pendidik Kurang, Sulkarnain Minta Tambahan Guru Pegawai ke Pusat

KENDARIPOS.CO.ID — Kota Kendari ternyata masih kekurangan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk menutupi itu, Pemkot Kendari berinisiatif merekrut guru kontrak atau guru honorer. Saat ini, guru honorer yang mengabdi di sejumlah sekolah sekitar 1.500 orang atau 27 persen dari total 5.458 guru di Kota Kendari.

Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain tak memungkiri Kota Kendari saat ini masih kekurangan tenaga pendidik. Sebagai upaya antisipasi, pihaknya telah merekrut guru kontrak. Di sisi lain, ia telah meminta ke pemerintah pusat agar kekurangan bisa dipenuhi. “Tak hanya mengusulkan tambahan guru ASN, kami juga akan meminta kekosongan tenaga pendidik ini bisa diisi guru honorer,” kata Sulkarnain dalam Workshop Kelompok Kerja Kepala Sekolah Tingkat Sekolah Dasar (SD).

Ditanya soal kapan diusulkan? Sulkarnain mengaku bukan hal yang mudah untuk itu. Yang jelasnya kata dia, pihaknya akan tetap mengupayakan pengisian kekosongan guru di Kendari. “Memang ada kekurangan guru kelas, tapikan ini masih bisa disiasati. Apalagi sekarang kan tidak ada kelas karena pandemi Covid-19. Artinya bagaimana mengatur guru bertanggung jawab terhadap siswa dengan jumlah berapa orang dan nanti proses evaluasinya yang diatur,” kata Sulkarnain.

Plt Kepala Dikmudora, Makmur mengaku kekurangan guru mata pelajaran. Ia tak menyebut secara gamblang berapa total kekurangan guru, namun ia mencontohkan, untuk satuan tingkat SD kekurangannya sebanyak 243 guru. Rinciannya, 77 guru untuk mata pelajaran Agama dan 116 guru untuk mata pelajaran Penjaskes. “Kondisi kita kekurangan guru mata pelajaran,” ujarnya.

Makmur berharap, pemerintah bisa menambah tenaga pendidik di satuan pendidikan dimaksud. Itu dalam rangka mengisi kekosongan guru mata pelajaran dibeberapa sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik di Kendari. Apalagi, kata Makmur, ditengah pandemi Covid-19 ini dimana pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan 1 orang guru untuk memberikan edukasi kepada siswa yang sedang menggelar proses belajar mengajar (PBM) baik secara daring (online) maupun secara luring (luar jaringan). (b/ags)

Kekurangan Guru Berstatus ASN

  1. Tenaga Pendidik 5.458 Guru
  2. Berstatus Honorer Sekitar 1.500 atau 27 Persen
  3. Tingkat SD Kekurangan 243 Guru
    -Pelajaran Agama 77 Guru
    -Panjaskes 116 Guru

Regulasi Pengangkatan Tenaga Honorer jadi ASN
-PP Nomor 48 tahun 2005 Tentang Pengangkatan Guru Honorer
-PP Nomor 49 tahun 2018 Revisi PP Nomor 48 Tahun 2005
-Dalam PP 49 tahun 2018, Guru Honorer Wajib Ikut Seleksi CASN
-Guru Honorer Diberi Tenggat Waktu 5 Tahun (2018-2023)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy