Tekan Angka Kelahiran, Pemkot Kendari Galakkan Program KB – Kendari Pos
Metro Kendari

Tekan Angka Kelahiran, Pemkot Kendari Galakkan Program KB

Untuk meningkatkan jumlah peserta KB aktif, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kanan) turut memantau pelayanan. Hingga kini, peserta
KB mencapai 38.541 akseptor

KENDARIPOS.CO.ID — Strategi pasangan Sulkarnain Kadir-Siska Karina Imran menekan angka kelahiran patut diapresiasi. Capaian ini tak lepas dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mendorong kepesertaan KB. Hingga kini, jumlah peserta KB aktif di Kota Kendari mencapai 38.541 akseptor.

Dalam menekan laju pertumbuhan penduduk, Pemkot Kendari bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar layanan KB gratis. Tidak hanya layanan alat kontrasepsi jangka panjang (IUD), namun juga metode operasi pria (MOP), implant, suntik hingga pil. Pemkot menargetkan bisa melayani 2 ribu akseptor.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan program KB harus digalakkan. Tidak hanya untuk mengendalikan penduduk, namun juga akan berimbas pada kualitas dan kesejahteraan keluarga. Sebab keluarga bisa melakukan perencanaan baik atur jarak anak, materil maupun kondisi kesehatan ibu.

“Jadi, warga harus paham dalam berkeluarga harus ada rencana yang matang. Seperti kesiapan mempunyai anak yang harus terenacana jadwal dan kesiapannya. Itu penting karena kita menyiapkan generasi yang kuat untuk menjawab tantangan masa depan. Jadi, melalui layanan KB gratis mudah-mudahan semua bisa dikendalikan dan terencana sehingga menghasilkan keluarga yang berkualitas,” ujar Sulkarnain usai mengikuti peringatan HUT Hari Keluarga Nasional (Harganas) kemarin.

Sejauh ini, pertumbuhan penduduk di Kota Kendari menunjukan tren positif. Upaya pengendalian penduduk berjalan sesuai rencana. “Trenya sudah baik. Pertumbuhan penduduknya di Kota Kendari lebih disebabkan urbanisasi bukan faktor meningkatnya angka kelahiran,” jelasnya.

Di masa transisi, Pemkot telah membuka layanan KB di seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) baik di Puskesmas dan klinik. Dalam pelayanan, tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Apalagi jumlah Kota Kendari yang berpenduduk sekira 359.371 jiwa. “Peningkatan ini bukan disebabkan pertumbuhan normal. Tapi lebih disebabkan urbanisasi karena posisi kita sebagai ibukota provinsi,” kata Sulkarnain.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Kota Kendari, Hasria menjelaskan, pelayanan akseptor KB di Kota Kendari dilakukan dengan tiga metode yakni, melalui klinik, mobile layanan KB dan kunjungan ke rumah oleh kader yang telah dibentuk. Saat ini, pihaknya telah memiliki 56 klinik layanan KB.

Pada peringatan Harganas lalu, pihaknya berhasil melayani sekira 2.164 akseptor dengan metode alat kontrasepsi. Rinciannya, sebanyak 10 akseptor metode operasi wanita (MOP), 28 spiral, 231 pemasangan implant, 350 suntik, 1.452 pil, dan metode kontrasepsi menggunakan kondom sebanyak 93 akseptor. (b/adv/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy