Syarat Pencalonan Ketua Golkar Disorot, Rizal: Steering Committee Salah Tafsir – Kendari Pos
Politik

Syarat Pencalonan Ketua Golkar Disorot, Rizal: Steering Committee Salah Tafsir

Rizal

KENDARIPOS.CO.ID — Bagi kader Golkar yang ingin bertarung di Musyawarah Daerah (Musda) ke-X pada 23 Agustus mendatang, sepertinya harus pikir-pikir dulu. Pasalnya, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Ketua Panitia Pengarah Musda, Maoliddin mengungkapkan, setiap peserta (kader) yang berniat memimpin DPD II Golkar Kendari wajib mengikuti petunjuk pelaksanaan (juklak) yang ada.

Misalnya, kata Maoliddin, yang tertera pada juklak 02 yakni calon yang akan diloloskan merupakan pengurus tingkat DPD II Kota Kendari, kemudian merupakan unsur sayap partai seperti Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) serta mendapat dukung dari unsur pimpinan kecamatan (PK) partai.

“Jadi, hanya unsur itu saja yang bisa mencalonkan diri sebagai calon ketua Partai Golkar Kendari nantinya. Walaupun dia kader Golkar DPD I misalnya, daftar lalu memasukan berkas sebagai pengurus DPD I, saya pastikan tidak akan lolos berkasnya,” kata Maoliddin.
“Setiap calon ketua harus memahami kondisi partai ditingkat kota dan harus mengetahui sampai di lingkungannya. Yang terpenting mereka juga berkomitmen untuk membesarkan partai,” tambahnya.

Persyaratan calon Ketua Golkar mendapat sorotan. Salah satu kader Partai Golkar, Rizal menilai syarat untuk bertarung di Musda pekan depan sangat merugikan kader partai yang ingin maju dalam bursa calon Ketua Partai berlambang pohon beringin tersebut.

Menurutnya, syarat yang ditetapkan steering committee tersebut sama saja mematikan kader partai Golkar yang ingin maju sebagai calon. “Kalau Partai Golkar hari ini adalah Golkar moderen yang dimana selalu terbuka untuk setiap orang apa lagi kader Golkar yang berkomitmen untuk membesarkan partai Golkar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rizal menjelaskan bahwa jika mengacu pada ketentuan Anggara Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai Golkar, harusnya syarat pencalonannya tidak seperti itu. “Jadi jangan main-main lagi untuk Golkar yang sudah terbuka dan transparan. Panitia Musyawarah harus membuka ruang untuk setiap kader Partai yang ingin menjadi calon. Saya menilai, ini salah penafsiran dari steering committee. Mereka sudah menutup ruang buat bakal calon yang di luar tiga kriteria itu,” kata Rizal.

Idealnya lanjut Rizal, siapa pun kader yang memiliki integritas dan pengurus partai berhak untuk masuk aebagai calon. Persoalan dipilih atau tidak dipilih hal tersebut merupakan hak pemegang suara pada saat Musda nanti. “Setahu saya jumlah 02 memuat setiap calon harus mendaftar dan mendapat dukungan dan tidak dibatasi. Dimana kader Golkar memiliki hak untuk menjadi calon ketua,” pungkasnya. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy