Ruas Lakapera Muna Kembali Diblokir – Kendari Pos
Muna

Ruas Lakapera Muna Kembali Diblokir

Dua unit mobil dinas disandera massa yang memblokade jalan poros Raha-Lakapera di Desa Bea, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna.


KENDARIPOS.CO.ID — Sebagian masyarakat Kecamatan Kabawo di Kabupaten Muna kembali melakukan pemblokiran jalan poros Raha-Lakapera. Aksi penutupan dilakukan karena ruas tersebut tidak kunjung dibenahi hingga melewati batas waktu yang dijanjikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra). Hingga kemarin, dua unit mobil dinas ikut disandera massa aksi.

Aksi tersebut dilakukan sejak Kamis, 6 Agustus 2020 lalu. Massa yang menamakan diri Gerakan Masyarakat (Germas) Kabawo menutup badan jalan menggunakan material galian C, batu hingga kayu gelondongan. Tak ada yang diizinkan melintas selain kendaraan Pertamina dan Ambulans. Massa menutup jalan di dua lokasi yakni Desa Bea dan Kelurahan Laimpi. Bahkan juga sebuah Posko ikut didirikan tepat di persimpangan jalan Lasehao, tidak jauh dari Polsek Kabawo.

Koordinator Germas, Risman, menerangkan pemblokiran itu merupakan hasil kesepakatan masyarakat di Desa Bea dan Laimpi sebagai tindak lanjut aksi yang dilakukan Juni lalu selama lebih kurang 16 hari. Saat itu Sekretaris Komisi III DPRD Sultra, Muh. Marshudi dan disaksikan Kapolres Muna, AKBP Deby Asri Nugroho mewakili Pemprov Sultra menjanjikan pembenahan sementara menggunakan material galian Moramo, paling lambat sebulan atau sampai akhir Juli. Hanya, komitmen itu tidak terlaksana hingga pekan pertama Agustus.

“Hanya ada beberapa ret material yang diturunkan kemudian dibiarkan begitu saja. Itu pun material tanah biasa, tidak seperti yang disepakati,” jelasnya, Jumat (7/8).

Selain menutup jalan, Germas juga menyandera dua unit mobil milik pemerintah berupa kendaraan operasional Kecamatan Katobu dan Tongkuno Selatan. Hal itu sebagai wujud protes karena pemerintah dinilai abai pada pelayanan dasar masyarakat. Risman menerangkan, kali ini massa tidak akan bernegosiasi ulang dengan pemerintah sampai Gubernur Sultra, Ali Mazi turun langsung meninjau lokasi di Kabawo.

“Kami sudah tidak percaya lagi terhadap janji apapun. Pilihannya dua. Gubernur datang langsung atau material yang dijanjikan segera dihampar di jalanan,” paparnya. Aksi pemblokiran itu sudah kali ketiga dilakukan sejak Juni lalu. Aksi pertama digelar di Tongkuno oleh Serikat Perjuangan Rakyat. Pemprov menyahuti dengan anggaran pengaspalan Rp 8,5 miliar. Aksi serupa kemudian digelar lagi masyarakat Wakumoro, Laimpi dan Bea, Kecamatan Kabawo. Pemprov menjanjikan pembenahan sementara karena alokasi anggaran tidak disiapkan dalam APBD Sultra 2020.

Jalan poros Raha Lakapera sendiri mengalami kerusakan parah lantaran tak dibenahi selama lebih kurang 20 tahun. Titik kerusakan mencapai lebih kurang 11 kilometer. Ruas itu sangat penting di Pulau Muna karena menghubungkan tiga wilayah yakni Muna, Muna Barat dan Buton Tengah. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy