Pulau Pendek di Buton Diposting Dijual – Kendari Pos
Buton

Pulau Pendek di Buton Diposting Dijual

KENDARPOS.CO.ID — Dugaan penjualan kawasan Pulau Pendek di Desa Boneatiro, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, menghebohkan publik. Itu terungkap setelah munculnya iklan melalui aplikasi jual beli OnLine eXchange (OLX). Dalam aplikasi jual beli online itu, terpampang jelas deskripsi kalimat penawaran Pulau Pendek yang diposting sekira lima hari lalu. Salah satu pewaris Pulau Pendek, La Hasa, menegaskan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui tentang adanya iklan penjualan pulau tersebut. Karena selaku salah satu pewaris, ia sama sekali tidak ada niatan untuk menjual tanah peninggalan nenek moyang mereka.

“Sampai hari ini saya belum tahu bahkan mendengar kalau pulau ini mau dijual. Kalau seperti itu modelnya, berarti ada pihak kedua yang mau jual ini pulau,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Pulau Pendek, Kamis (27/8). La Hasa mengaku, pulau tersebut merupakan tanah warisan yang selama ini telah ia tinggali bersama istrinya dan bercocok tanam. “Kalau kepemilikannya, pulau ini ada sertifikatnya. Yang miliki pulau ini kakek kami. Namanya, Almarhum Mabaria. Belia adalah bapak dari ibu saya. Saya ini sudah cucu kedua dan tinggal di sini sejak 2004,” terangnya.

Ia mengaku, sertifikat tanah yang dimiliki keluarganya untuk satu kawasan pulau tersebut. “Masih menggunakan tulisan tangan dan tinta emas,” sambungnya. Keberadaan Pulau Pendek memang sangat strategis. Letaknya tidak jauh dari pemukiman warga dan Kota Baubau, ditambah dengan panorama alam yang indah seperti pasir putih dan karang laut memikat. Prospeknya sangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai pulau wisata. Tidak heran, jika Pulau Pendek dikabarkan dilirik oleh investor asing.

“Kalau kulit putih (warga asing) sudah enam kali datang di sini. Dia datang di rumah dan menginap di sini. Saya tanya, katanya sekadar jalan-jalan melihat keberadaan pulau ini dan perkembangan di Buton,” kata La Hasa. Ia menambahkan, terkait dengan adanya iklan penjualan Pulau Pendek, pihaknya akan segera melakukan upaya koordinasi dengan pemerintah. “Saya berterima kasih atas informasi ini. Dalam satu dua hari ini mungkin sudah ada pertemuan di internal keluarga,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Desa Boneatiro Barat yang juga salah satu pewaris Pulau Pendek, Ilias, mengungkapkan, tidak mengetahui tentang adanya iklan penjualan tersebut. Menurutnya, hal itu tidak boleh dilakukan karena Pulau Pendek adalah warisan leluhur. “Walaupun bukan wilayah saya, tetapi sangat kaget. Sebelum jadi kepala desa, saya tidak terima jika pulau itu dijual. Karena makam kakek kami yang notabenenya orang ternama di zaman kesultanan akan ternodai setelah dijual ke investor asing,” tegasnya.

Keberadaan Pulau Pendek memang pernah dilirik oleh investor asing. Namun hal itu tidak direspon oleh pihak keluarga pewaris. “Sempat ada investor berminat sekitar tahun 2015 atau 2016 lalu. Katanya dari Korea,” katanya. Ilias menambahkan, selaku salah satu pewaris, ia akan menemui langsung pemerintah terkait untuk mengkoordinasikan persoalan adanya iklan penjualan Pulau Pendek. Menurutnya Pulau Pendek tidak bisa dijual karena telah dianggap sebagai tanah adat. (b/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy