Pengadilan Agama Legalkan Pernikahan 46 Pasutri – Kendari Pos
Konawe Kepulauan

Pengadilan Agama Legalkan Pernikahan 46 Pasutri

KENDARIPOS.CO.ID — Senyum simpul terpancar diraut wajah Lismina. Wanita berumur 61 tahun itu kini tak risau lagi. Pernikahanya bersama sang suami, Muh. Ali H, akhirnya diakui secara hukum. Pasangan suami istri (Pasutri) asal Desa Tepolawa, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), membangun bahtera rumah tangga sejak tahun 1986. Pernikahan mereka baru diakui secara hukum setelah 24 tahun hidup berama.

Pihak Pengadilan Agama (PA) Unaaha, melegalkan pernikahan Muh. Ali H dan Lismina, melalui sidang isbat nikah terpadu di Balai Desa Tepolawa, Kecamatan Wawonii Utara, Senin (10/8). Lismina mengetahui persis saat dipersunting suaminya, Muh. Ali H, 24 tahun lalu. Ia menikah secara adat yang disaksiakan pihak keluarga.

“Malam hari itu kita menikah secara adat. Tidak ada buku nikah. Dulu susah kita mau urus buku nikah,” kata Lismina saat ditemui, usai mengikuti sidang isbat nikah terpadu, Senin (10/8). Pasutri yang keseharianya berprofesi sebagai petani itu, mengaku hidup bahagia. Buah pernikahanya sudah dikaruniai tiga anak dan satu orang cucu. “Alhamdulillah kita sangat terbantu dengan nikah terpadu. Pernikahan kita sudah diakui secara hukum,” tuturnya. Selain Ali H dan Lismina yang sudah mendapatkan pengakuan secara hukum, 45 Pasutri lainya juga mengikuti sidang isbat nikah terpadu.

Kepala Pengadilan Agama Unaaha, Kabupaten Konawe, Najmiah Sunusi, membenarkan, ada 46 Pasutri mengikuti sidang isbat nikah. Selama ini pernikahan mereka hanya sah secara agama. Namun belum diakui secara hukum. “Pernikahan mereka belum tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Sehingga meminta agar pernikahan mereka disahkan oleh Pengadilan Agama. Makanya kami gelar sidang isbat nikah di Kecamatan Wawonii Utara,” kata Najmiah Sunusi, kemarin. Kegiatan sidang isbat nikah terpadu itu sendiri sesuai Peraturan Mahkamah Agung nomor 1 tahun 2015.

Pihaknya menggandeng Kementerian Agama dan Dinas Catatan Sipil Konkep. Pasutri yang sudah dinikahkan bisa langsung memperbaharui kartu keluarga. “One day service. Harus kelar satu hari, agar hak identitas hukum masyarakat bisa terpenuhi,” tuturnya. Najmiah Sunusi berharap, sidang isbat ini dapat didukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konkep, agar ke depan, kegiatan serupa kembali dilaksanakan di Bumi Wawonii.

Di tempat yang sama, Bupati Konkep, H. Amrullah, melalui Sekretaris Kabupaten (Sekab), H. Cecep Trisnajayadi, mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memberikan solusi atas persoalan dokumen masyarakat Konkep.
Sidang isbat nikah yang digelar pertama kali di Bumi Wawonii, membawa angin segar bagi Pasutri kurang mampu yang pernikahannya tidak tercatat di KUA. “Dengan dilaksanakannya isbat nikah ini, memudahkan masyarakat kita untuk mendapatkan identitas kependudukan yang akan mempermudah dalam proses administrasi. Tentu ini sangat bermanfaat dan memangkas biaya untuk mendapat buku nikah,” tandas Sekab Konkep. (b/san)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy