Pemkab Konawe Gagas Demplot Sagu – Kendari Pos
Konawe

Pemkab Konawe Gagas Demplot Sagu

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muhammad Akbar (membelakang) saat meninjau lokasi pengembangan demplot sagu di Kelurahan Konawe.


KENDARIPOS.CO.ID — Selain beras, sagu menjadi komoditas pangan lokal andalan di Konawe. Warga setempat kerap mengolah tepung sagu menjadi sinonggi sebagai bahan makanan alternatif pengganti beras. Besarnya potensi sagu di wilayah tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe lewat kegiatan pembuatan kebun percontohan (demplot). Di tahun 2020 ini, Pemkab akan membangun lagi satu demplot sagu, tepatnya di Kelurahan Konawe, Kecamatan Konawe.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muhammad Akbar, menjelaskan, demplot sagu di kecamatan Konawe menjadi kawasan ketiga yang dikembangkan. Dua tahun sebelumnya sudah dibuat di Desa Labela, Kecamatan Besulutu dan di Sonai, Kecamatan Puriala. Disebutkannya, tepung sagu itu merupakan salah satu sumber bahan pangan lokal. Pihaknya berharap kedepan bahan pangan lokal itu bisa menjadi pengganti beras untuk dikonsumsi masyarakat.

“Sehingga, kita tidak perlu bergantung pada beras. Walaupun kita semua tahu, kabupaten Konawe memang sentra penghasil beras terbesar di Sultra,” ujar Muhammad Akbar, Selasa (18/8). Ia mengatakan, Kecamatan Konawe dipilih sebagai lokasi ketiga pembuatan demplot sebab di wilayah itu banyak spot-spot tanaman sagu. Saat ini masih kurang dimanfaatkan dengan baik. Padahal, mestinya para petani sagu bisa memahami konsep ketahanan pangan dalam membudidayakan komoditas lokal andalan itu.

“Jadi bukan sekadar dihampar patinya sampai menunggu jangka usia panen selama 15 tahun. Akan tetapi, bagaimana anakannya bisa kita atur sehingga kontinuitas panen sagunya itu tetap ada,” ungkapnya.
Ukuran demplot sagu yang akan dibuat di Kecamatan Konawe itu akan disesuaikan dengan gelontoran dana yang disiapkan pemerintah. Katanya, anggaran pembuatan demplot sagu tiap tahunnya bervariatif. Khusus tahun ini, pihaknya dialokasikan dana Rp 75 juta dari kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Konawe untuk kegiatan fisik pembuatan demplot sagu tersebut.

Dana itu, belum termasuk pembinaan dan pendampingan yang bisa juga dialokasikan lewat swadaya masyarakat setempat. “Kita sebenarnya tidak melihat berapa besar pos anggarannya. Yang kami inginkan proses pembelajaran bagi para pemilik tanaman sagu. Mindset konsep bertani sagu secara tradisional itu yang ingin kita ubah,” tuturnya. Serupa dengan dua demplot sagu yang telah dibangun sebelumnya, Akbar menyebut, demplot sagu di kecamatan Konawe juga akan dirancang dengan konsep terpadu. Maksudnya, kawasan perkebunan sagu yang kaya akan air, bisa dimanfaatkan juga menjadi lokasi pembudidayaan ikan air tawar maupun sayur-sayuran yang dapat dipanen harian, mingguan atau bulanan. “Demplot sagu juga bisa menjadi tempat wisata. Konsep terpadu inilah yang ingin kita kembangkan,” pungkas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe itu. (b/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy