Mereview Kurikulum Sekolah di Masa Pandemi, Oleh : Amal Maliki, M.Pd – Kendari Pos
Opini

Mereview Kurikulum Sekolah di Masa Pandemi, Oleh : Amal Maliki, M.Pd

Amal Maliki, M.Pd



KENDARIPOS.CO.ID — Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sesuai regulasi yang ada, setiap satuan pendidikan wajib menyusun kurikulum sebelum memasuki tahun pelajaran baru. Kurikulum sekolah yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun oleh Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di sekolah mengacu pada hasil Analisis Konteks tahun sebelumnya yang terdiri atas analisis: 1) 8 Standar Nasional Pendidikan, 2) Kondisi Satuan Pendidikan, dan 3) Kondisi Lingkungan Satuan Pendidikan.

Pada masa pandemi covid-19 yang kepastian berakhirnya sangat sulit diprediksi, pemerintah pusat maupun daerah telah melakukan beberapa perubahan kebijakan pendidikan, termasuk dalam hal kurikulum. Sebagai konsekuensi, maka sekolah perlu melakukan adaptasi kurikulum
berdasarkan perubahan. Oleh karena itu, KTSP yang telah disusun oleh TPK perlu direview sesuai konteks regulasi pemerintah dalam kondisi khusus. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan
Pendidikan dalam Kondisi Khusus dapat dijadikan rujukan bagi satuan pendidikan dalam mereview KTSP yang ada. Tujuannya adalah untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan dalam merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

Hal-hal yang harus diperhatikan oleh setiap jenjang satuan pendidikan dalam merancang kurikulum hasil review antara lain: 1) pelaksanaan kurikulumnya, 2) pelaksanaan pembelajarannya, dan 3) asesmen dalam capaian kurikulum untuk kenaikan kelas dan kelulusan. 1) Pelaksanaan Kurikulum Pelaksanaan kurikulum harus mempertimbangkan dengan baik usia dan tahap perkembangan peserta didik pada PAUD. Selain itu, berfokus pada capaian kompetensi dalam kurikulum, kebermaknaan, dan kebermanfaatan pembelajaran untuk pendidikan dasar dan menengah,
termasuk pada pendidikan khusus dan program pendidikan kesetaraan.

Dalam hal usia dan tahap perkembangan peserta didik pada PAUD, di dalam kurikulum hasil review harus diperjelas tujuan pembelajarannya, langkah-langkah pembelajarannya, dan evaluasinya yang mampu mengkondisikan peserta didik (anak usia dini) untuk beraktifitas melalui permainan yang menggembirakan. Terkait dengan pendidikan dasar dan menengah, dalam rancangan kurikulum hasil review dicantumkan dengan jelas dan terukur capaian kompetensi, tanpa harus ditekankan pada ketuntasan, melainkan difokuskan pada kecakapan hidup dan penguatan karakter peserta didik.

Pelaksanaan kurikulum hasil review dalam bentuk proses pembelajaran terpusat pada pemaknaan dan pemanfaatan materi untuk memecahkan
persoalan kehidupan kontekstual (termasuk persoalan covid-19) serta pemanfaatan teknologi informasi sebagai media pembelajaran. Agar lebih terstruktur dan operasional pada pelaksanaannya, rancangan kurikulum hasil review yang dihasilkan perlu dibuat turunannya dalam bentuk administrasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengacu pada Permendikbud Nomor 14 Tahun 2019 tentang RPP satu lembar.

Pelaksanaan Pembelajaran

Pada prinsipnya, pembelajaran dalam kondisi khusus tetap dilaksanakan sesuai kurikulum nasional yang selama ini terjabarkan melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) setiap jenjang satuan pendidikan. Dalam hal Kompetensi Inti (KI) Dasar (KD), satuan pendidikan PAUD serta pendidikan dasar dan Menengah, kurikulum harus menyesuaikan dengan KI dan KD yang telah disederhanakan oleh Kepala Badan Penelitian dan
Pengembangan Kurikulum.

Beberapa prinsip juga harus dijadikan acuan bagi satuan pendidikan dalam mereview kurikulumnya. Sebagai acuannya, sekolah dapat merujuk pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Pertama, aktif yang berarti pembelajaran mendorong keterlibatan penuh peserta didik dalam perkembangan
belajarnya, mempelajari bagaimana dirinya dapat belajar, merefleksikan pengalaman belajarnya, dan menanamkan pola pikir bertumbuh. Kedua, relasi sehat antar pihak yang terlibat dalam pembelajaran.

Hal ini berarti semua pihak (orang tua, kepala sekolah, dan guru) terdorong bergotong royong untuk mewujudkan harapan tinggi terhadap
perkembangan peserta didik. Selain itu, pembelajaran harus menjamin rasa aman, saling menghargai, percaya, dan peduli, terlepas dari keragaman latar belakang peserta didik. Ketiga, inklusif berarti pembelajaran harus bebas dari diskriminasi Suku, Agama, Ras, dan
Antar Golongan (SARA).

Harus pula dihindari tindakan memarginalkan (meminggirkan) peserta didik manapun, termasuk yang berkebutuhan khusus/penyandang disabilitas, serta memberikan pengembangan ruang untuk identitas, kemampuan, minat, bakat, serta kebutuhan peserta didik. Keempat, keragaman budaya yaitu pembelajaran mencerminkan dan merespon keragaman budaya Indonesia yang menjadikannya sebagai kekuatan untuk
merefleksikan pengalaman kebhinekaan serta menghargai nilai dan budaya bangsa.

Kelima, berorientasi sosial untuk mendorong peserta didik memaknai dirinya sebagai bagian dari lingkungan serta melibatkan keluarga dan masyarakat. Keenam, Berorientasi pada masa depan yaitu pembelajaran mendorong peserta didik untuk mengeksplorasi isu dan kebutuhan
masa depan, keseimbangan lingkungan, sebagai warga dunia yang bertanggung jawab dan berdaya. Ketujuh, memperhatikan kemampuan dan kebutuhan peserta didik dimana pembelajaran difokuskan pada tahapan dan kebutuhannya serta penguasaan kompetensi.

Bersamaan dengan itu, pembelajaran juga harus berpusat pada peserta didik untuk membangun kepercayaan dan keberhargaan dirinya. Kedelapan, meyenangkan yaitu pembelajaran mendorong peserta didik untuk senang belajar dan terus menumbuhkan rasa
tertantang bagi dirinya. Dengan begitu, peserta didik dapat termotivasi, aktif, dan kreatif, serta bertanggung jawab pada kesepakatan yang dibuat bersama. Kesembilan, pembelajaran harus diawali dengan asesmen diagnostik yaitu sebuah asesmen yang dilakukan secara
spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik.

Asesmen

Asesmen merupakan kegiatan penilaian melalui proses dan hasil pembelajaran. Ramburambu asesmen dimuat dalam rancangan kurikulum hasil review dan tetap dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip asesmen. Dalam masa pandemi covid-19, asesmen pembelajaran dilakukan dari rumah dan/atau pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah. Pada kondisi ini, perlu adanya ketegasan kurikulum hasil review dalam kondisi khusus agar pada tataran implementasinya tidak menimbulkan kebingungan bahkan keragu-raguan untuk menilai peserta didik.

Penilaian terhadap peserta didik sangat penting dilakukan secara terukur dan terarah karena sebagai dasar dalam penentuan kenaikan kelas serta kelulusan peserta didik. Berdasarkan kepentingannya, ada enam prinsip asesmen, yaitu: 1) valid, 2) reliabel, 3) adil, 4) fleksibel, 5) otentik, dan 6) terintegrasi. Valid berarti rancangan instrumen asesmen harus mampu mengukur apa yang hendak diukur terkait capaian peserta didik. Reliabel berarti hasil asesmen harus menghasilkan informasi yang ajeg dan dapat dipercaya terkait capaian peserta didik. Adil yaitu asesmen yang dilaksanakan tidak merugikan peserta didik.

Fleksibel

berati asesmen dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik, berikut satuan pendidikan. Otentik menunjukkan asesmen harus mengukur hal-hal nyata sesuai kondisi dan konteks penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Terintegrasi yaitu asesmen dilaksanakan sebagi bagian integral dari pembelajaran sehingga menghasilkan umpan balik yang bermakna untuk memperbaiki proses dan hasil belajar peserta didik. Hasil asesmen digunakan oleh pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali sebagai umpan balik dalam perbaikan pembelajaran. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy