Maju di Pilkada Koltim, SBM Lepas Status ASN – Kendari Pos
Politik

Maju di Pilkada Koltim, SBM Lepas Status ASN

Bakal Calon Bupati Koltim yang juga mantan Sekab KoltimSamsul Bahri Madjid (tiga dari kiri) usai menjalani sidang kode etik yang digelar Pemkab Koltim, kemarin (9/8). Ia memilih melepas status sebagai ASN selama 24 tahun plus 7 bulan mengabdi karena akan berlaga di Pilkada Koltim.

KENDARIPOS.CO.ID — Samsul Bahri Madjid, mantan Pj. Sekab Kolaka Timur (Koltim) menjalani sidang kode etik yang digelar Pemkab setempat, kemarin (9/8). SBM-sapaan akrab Samsul Bahri Madjid memilih melepas seragam korpri karena akan berlaga di Pilkada Koltim.

Dalam persidangan itu, Samsul Bahri Madjid memilih mundur dari aparatur sipil negara selama mengabdi 24 tahun plus tujuh bulan. Kini ia konsentrasi jalur politik maju sebagai bakal calon bupati Koltim di Pilkada 2020.

“Saya pilih mundur dari ASN. Saya pensiun dini, permintaan saya sendiri, dan telah diajuhkan kepada pembina kepegawaian daerah dalam hal ini Bupati Koltim,” katanya dihadapan majelis hakim yang diketuai Eko SB Saula.

Ia mengatakan harus meninggalkan ASN meskipun hal itu berat, karena memulai hal yang baru di dunia politik. “Bismillah, saya tinggalkan ASN dan maju calon kepala daerah. Saya juga sudah konsultasi pihak keluarga mereka menyetujui. Hidup adalah pilihan dan saya harus memilih. Saya maju atas pemintaan masyarakat. Saya optimis bisa menangkan pertarungan,” imbuhnya.

Sekab Koltim, Eko SB Saula membenarkan hal itu. Berdasarkan hasil persidangan, SBM dinyatakan melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN pada Pasal 2 huruf f. Surat KASN Nomor: B-146KASN/1/2020 Tanggal 9 Januari 2020 perihal jawaban atas konsultasi terkait pelanggaran kode etik/kode perilaku ASN bersangkutan.

Mantan Asisten I Pemkab Koltim ini mengatakan saat sidang, SBM membawa surat permohonan pengunduran diri atau pensiun dini. Makanya sanksi yang bersangkutan akan diberikan tapi masih dalam proses ke pembina kepegawaian.

Sebelumnya, Pemkab tiga kali melayangkan surat untuk meminta klarifikasi dari SBM tentang Pilkada Koltim. Sebab SBM diduga melanggar kode etik sebagai ASN yang dibuktikan dengan dengan foto-foto yang disebar di media sosial, spanduk, baliho, bangunan posko pemenangan, bukti rekaman video pendaftaran di salah satu partai politik. Namun yang bersangkutan menyebut akan mundur bila sudah ada penetapan pasangan calon.

Seharusnya, kata dia, sebelum ada penetapan pasangan calon kepala daerah dan resmi melepas status ASN, SBM harus bisa menjaga kode etik dan kode perilakunya serta melaksanakan tugas dinas dengan baik karena apabila melanggar akan berindikasi pada sanksi. SBM telah melalaikan tugas dinas sebagai ASN karena melakukan kegiatan mempromosikan dirinya untuk maju sebagai bakal calon kepala daerah di hari dan jam kerja tanpa izin dari atasan. “Persoalan ini akan dikonsultasikan ke BKN dan KASN dan hasilnya akan menjadi dasar keputusan bupati Koltim untuk memberhentikan yang bersangkutan dari ASN,” ujarnya. (kus/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy