KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Daerah diinstruksikan agar tidak mengeluarkan surat keterangan (Suket) bagi warga yang telah melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Penegasan tersebut disampaikan pihak Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Meski ada solusi lain dengan menerbitkan biodata sebagai bukti telah melakukan perekaman, pihak Disdukcapil Wakatobi telah diberikan peringatan agar tidak lagi mengeluarkan Suket. Jika ditemukan, maka siap-siap jaringan server langsung diputus. “Makanya Suket tidak lagi dikeluarkan. Karena sudah ada perintah langsung dari Dirjen untuk tidak mengeluarkan. Tapi sebagai gantinya kami cetakan biodata. Kami tetap diminta agar segera mengambil blangko KTP-el di Jakarta,” terang Kadisdukcapil Wakatobi, Abdul Rahim, Selasa (11/8).

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengurus administrasi agar bisa keluar daerah sesuai protokol kesehatan Covid-19. “Saya sudah melakukan rapid tes sebagai salah satu syarat agar bisa langsung ambil blangko KTP-el di Jakarta. Besok (hari ini) kalau tidak ada halangan saya langsung berangkat,” ungkapnya.

Dengan tidak diterbitkannya surat keterangan, maka target pemilihan kepala daerah Wakatobi tahun 2020 tanpa Suket semakin terbuka untuk dicapai. Apalagi pada pemilihan legislatif tahun 2019 lalu pihaknya juga menargetkan hal yang sama. “Kami akan berupaya agar blangko untuk jatah Wakatobi ini bisa ditambah dari sebelumnya. Karena pasca Covid-19 ini kami belum pernah ke Jakarta untuk mengambil. Makanya kita berharap ini bisa diberikan 4.000 hingga 6.000 keping,” harap Abdul Rahim. (c/thy)