Kejagung Pastikan Berbenah Diri Dari Skandal Djoko Tjandra – Kendari Pos
Nasional

Kejagung Pastikan Berbenah Diri Dari Skandal Djoko Tjandra


KENDARIPOS.CO.ID — Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku mengaku siap melakukan pembenahan di internal, menyusul sengkarut terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra. Kejagung mengapresiasi sejumlah pihak yang mengkritisi kinerjanya.

Djoko Tjandra (tengah) dikawal petugas kepolisian saat tiba dibandara Halim perdanakusuma, Jakarta.

Hal ini akan dilakukan menyusul adanya kritik keras dari Indonesia Corruption Watch (ICW), yang mendorong Korps Adhyaksa untuk melakukan reformasi secara besar-besaran. ICW juga mendorong agar Kejagung menindak oknum yang terlibat skandal tersebut. “Bagus mengkritisi kita. Kami pasti akan berbenah,” kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono dikonfirmasi, Minggu (9/8).

Belum lama ini, Kejagung merotasi empat pejabat eselon satu, diantaranya Jaksa Agung Muda Intelijen, Jan Samuel Maringka. Kini, Jan Maringka dimutasi sebagai Staf Ahli Jaksa Agung RI Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Selain merotasi Jan Maringka, Kejagung juga turut merotasi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Sunarta yang kini menduduki posisi Jaksa Agung Muda Intelijen. Kini, Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Fadil Zumhana akan mengisi posisi sebagai JAM Pidum.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Amir Yanto akan menduduki jabatan baru selaku Jaksa Agung Muda Pengawasan. Namun, Hari menegaskan mutasi jabatan itu tak berkaitan dengan skandal kasus Djoko Tjandra. “Itu kan sudah mekanisme di kita ada. Saling menghormati. Nggak ada rilis ICW kita kan juga reformasi,” tegas Hari.

Dalam kasus Djoko Tjandra, Kejagung sendiri telah mencopot Jaksa Pinangki Sirna Malasari dari jabatannya selaku Kepala Sub-Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan. Pinangki dinyatakan terbukti melanggar disiplin pegawai negeri sipil lantaran melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa mendapat izin tertulis dari pimpinan sebanyak sembilan kali selama tahun 2019.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) inspeksi kasus atas nama Pinangki juga terbukti melakukan pertemuan dengan Djoko Tjandra yang saat itu buron. Kejagung kini tengah mendalami dugaan pertemuan Pinangki dengan terpidana kasus hak tagih Bank Bali.

Tak hanya pada Korps Adhyaksa, skandal pelarian Djoko Tjandra juga terjadi di institusi Polri. Brigjen Prasetijo Utomo dicopot dari jabatan Kepala Biro Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim, bahkan dia ditetapkan sebagai tersangka kasus surat jalan yang membuat Djoko Tjandra melenggang bebas bepergian dari Jakarta ke Pontianak untuk kemudian masuk ke Malaysia.

Polri juga telah mencopot Irjen Pol Napoleon Bonaparte dari jabatannya sebagai Kadiv Hubinter Polri dan Brigjen Nugroho Slamet Wibowo dari jabatannya sebagai Sekretaris NCB Interpol Polri. Belakangan, Polri pun menetapkan pengacara Joko Tjandra, Anita Kolopaking sebagai tersangka dalam kasus surat jalan. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy