Janji Sekda Sudah Ditunaikan, Oleh: La Ode Diada Nebansi – Kendari Pos
Aneka

Janji Sekda Sudah Ditunaikan, Oleh: La Ode Diada Nebansi

KENDARIPOS.CO.ID — Saya pernah tanya Gubernur Sultra, Ali Mazi. Betulkah janji itu? Betul. Betulkah ketika berkampanye di Kabupaten Muna, Pak Gub mengatakan bahwa Sekda Provinsi akan diambil dari Muna? Betul. Bla bla bla. Oke. Mendaftarlah sejumlah orang ketika Panitia Seleksi (Pansel) mengumumkan perekrutan jabatan Sekda Provinsi. Oleh karena janji kampanye, nampaknya berpengaruh pada semangat para pihak yang merasa memenuhi syarat kepangkatan. Kenapa? Karena para pendaftar didominasi pejabat-pejabat dari kalangan Muna. Hanya satu dua yang non Muna.

Dari sekian pendaftar yang ada, seleksi hari pertama mulai berguguran. Babakan selanjutnya, kandidat Sekda Provinsi yang berasal dari Muna tinggal satu-satunya, yakni, (alm) LM Nurdin Pamone. Masih ada seleksi lanjutan, dan ternyata, (alm) LM Nurdin Pamone gugur di tangan Pansel. Oleh karena minimnya pendaftar akibat terbatasi dengan bayang-bayang janji kampanye Gubernur Ali Mazi, memaksa Pansel untuk menetapkan tiga pendaftar yang tersisa dan seluruhnya bukan dari Muna.

Di etape ini, diskusinya cukup ramai. Sempat terolor selama lebih dari setahun. Beragam pendapat bermunculan. Ada yang menginginkan godok ulang. Seleksi ulang. Godok ulang. Kocok ulang. Tapi mereka lupa, bahwa asesmen Sekda Provinsi adalah wilayah profesionalisme dan padat aturan. Kabarnya, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tak membolehkan godok ulang. Lanjut. Persoalannya adalah, siapapun yang akan dilantik dari tiga kandidat Sekda, tetap tak menjawab aspirasi sesuai janji kampanye.

Salah siapa? Ya, salahnya para kandidat yang dari Muna. Kenapa tak mendaftar rame-rame. Bagaimanapun, Gubernur Sultra, Ali Mazi telah membuka kran, memberikan isyarat, tapi kalian tak manfaatkan. Artinya, Gubernur Ali Mazi sudah menunaikan janji. Janji sudah ditunaikan. Persoalan kamu sanggup menangkap peluang itu atau tidak, itu soal lain. Tapi, bahwa, dari tiga kandidat yang ada, dari sisi profesionalisme dan akuntabilitas, ketiganya adalah orang-orang yang mumpuni. Ketiganya adalah penyandang magister starata tiga. Ketiganya berpendidikan doktoral.

Dr. Syafruddin adalah mantan Ketua Bappeda Bombana, mantan Kepala Biro Pemerintaha dan sekarang menjabat Sekretaris KPU Sultra. DR Rony Yakob Laute adalah mantan Pj Bupati Muna Barat yang sekarang menjabat Kepala Biro ULP. Dr.Nur Endang Abbas Buraera juga sudah malang melintang di beberapa jabatan eselon II. Artinya, ketiganya adalah kader terbaik. Dengan ditetapkannya Nur Endang Abbas Buraera sebagai Sekda, saya kira, ASN Sultra tinggal menata optimisme. Soal manajemen kepegawaian, Ibu Endang jagonya. Beliau cukup lama di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra. Dan, sukses.

Soal kemampuan intelektual, ndak usah ragu karena di depan namanya ada titel DOKTOR. Soal kemampuan untuk tampil di depan umum, woow jagonya. Endang Abbas organisator di zamannya dan orator ulung. Suaranya lantang dan enak didengar, materi orasinya pun selalu update ditambah dengan penampilan yang anggun dan bersahaja. Kenapa saya bilang begitu, karena saya pelaku dalam acara sebuah organisasi yang menempatkan Nur Endang Abbas Buraera tampil di atas podium.

Walaupun begitu, di balik pelantikan Sekda yang seolah tak menjawab aspirasi, saya bisa memahami kalian punya perasaan. Tapi, kalian juga patut sadar bahwa sekalipun Gubernur Sultra, Ali Mazi sudah membukakan pintu, tapi jika Allah SWT tak meridai, maka apapun usahamu, bakal sia-sia. Yah, itu tadi. Kenapa kalian tak mendaftar dan kenapa tak ingin berkompetisi ketika itu.

Memang, momentum itu penting. Karena itu, manfaatkan setiap momentum. Dari birokrasi, begitulah ceritanya. Tapi, dari history terbentuknya Provinsi Sulawesi Tenggara yang ditopang empat kabupaten yakni Kendari (Konawe), Muna, Buton dan Kolaka, disadari atau tidak, kolaborasi kepemimpinan Sultra saat ini ternyata muncul dari perwakilan empat kabupaten penyangga tadi. Yakni, Gubernurnya Buton, Wakil Gubernurnya Konawe, Sekdanya Kolaka dan pendukungnya dari Muna.

Dalam konteks ini, justru Muna yang paling menentukan. Artinya, dimana arah dukungan Muna di situlah arah kekuasaan. Bisa jadi, komposisi saat ini adalah reinkarnasi atau mungkin aspirasi leluhur Sultra. Yang pasti bahwa, Ali Mazi sudah tunaikan janji. Dan, pusat dalam hal ini Tim Penilai Akhir (TPA) telah merekomendsikan Nur Endang Abbas Buraera sebagai Sekda Provinsi yang dipandang Cakap dan Mampu. Ali Mazi pun sudah melantiknya. Ingat, yang finalisasi adalah Tim Penilai Akhir yang anggotanya para pejabat tinggi, berilmu tinggi, berdedikasi tinggi dan “banya-uanya”. Jadi, ndak mungkingmi salah pilih. Selamat menunaikan tugas Ibu Endang semoga selalu dalam tuntunan dan bimbingan Allah SWT.(nebansi@yahoo.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy