Hasil Sebaran Angket, 80 Persen Orang Tua Siswa Inginkan PBM di Sekolah – Kendari Pos
Edukasi

Hasil Sebaran Angket, 80 Persen Orang Tua Siswa Inginkan PBM di Sekolah

Proses Belajar Siswa SMAN 5 Kendari beberapa waktu lalu

KENDARIPOS.CO.ID — Proses Belajar Mengajar (PBM) yang berlangsung secara Daring atau online akibat hadirnya pandemi Covid-19 di Indonesia selama beberapa bulan ini cukup menguras energi para orang tua siswa. Bagaimana tidak, sebelum hadirnya wabah virus yang berasal dari Wuhan China tersebut, PBM di Indonesia berlangsung di sekolah dengan bantuan para guru. Dalam pelaksanaanya selama beberapa bulan, para orang tua disibukkan untuk melakukan pendampingan kepada putra-putrinya guna menerima materi dari guru melalui online.

Dalam beberapa bulan PBM yang berlangsung secara Daring, terdapat orang tua siswa yang mulai menginginkan putra-putrinya kembali belajar di sekolah. Seperti halnya para orang tua yang putra-putrinya menuntut ilmu di SMAN 5 Kendari. Melalui angket yang disebar oleh pihak sekolah 80 persen para orang tua siswa mendambakan anak-anaknya kembali belajar di sekolah.

Kepala SMAN 5 Kendari, Andi Nurdin menuturkan bahwa sebagian besar dari orang tua siswa mengiginkan sekolah kembali dibuka. “Ya baru-baru ini kita telah menyebar angket ke pada seluruh orang tua siswa SMAN 5 Kendari, terkait PBM di tengah pandemi ini. Hasilnya mayoritas orang tua ingin anak-anaknya kembali ke sekolah,” ungkapnya pada Kendari Pos, Minggu (1/8) lalu.

Lanjut dia, terdapat beragam alasan yang disampaikan oleh orang tua siswa, hingga mengakibatkan anak-anaknya kembali ke sekolah di tengah pandemi Covid-19. Diantaranya, banyak orang tua yang merasa PBM secara Daring tidak begitu efektif untuk meningkatkan kompetensi anak hingga terdapat beberapa keluhan terkait biaya paket data yang cukup besar harus dikeluarkan oleh orang tua, dalam rangka mendukung pelaksanaan PBM dengan cara online. “Kita tetap menyerap segala aspirasi para orang tua siswa, dengan terus berkordinasi oleh pemerintah daerah dalam hal ini Dikbud Sultra. Namun, untuk saat ini SMAN 5 Kendari tetap mengikuti seluruh arahan dari Dikbud untuk meniadakan PBM secara tatap muka,” jelasnya.

Diakui Nurdin, sebenarnya SMAN 5 Kendari telah siap melaksanakan PBM secara tatap muka di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebab, sekolah telah menyediakan fasilitas penunjang protokol kesehatan sesuai dengan arahan dari gugus tugas Covid-19. Seperti tersedianya beberapa westafel sebagai tempat siswa mencuci tangan hingga skenario mekanisme PBM apabila siswa diizinkan melakukan PBM di sekolah. “Kalu dikatakan siap, kami sebenarnya sudah siap. Tapi kan kita tetap mengacu pada arahan dari pemerintah. Untuk saat ini arahannya PBM harus dilakukan di rumah dengan memanfaatkan bantuan tekologi. Hal itu dilakukan agar sekolah tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (b/idh)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy