Ekspor Sultra Alami Penurunan 20,41 persen – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Ekspor Sultra Alami Penurunan 20,41 persen

Pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kendari, beberapa waktu lalu. Badan Pusat Statistik mencatat kelompok komoditi ikan dan udang berada di urutan kedua ekspor Sultra pada bulan Juni 2020 dengan nilai US$1,49 juta


KENDARIPOS.CO.ID — Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Sebagian dari kekayaan tersebut diekspor ke negara lain guna menambah nilai ekonomi.
Nilai ekspor Sulawesi Tenggara dari waktu ke waktu pun tercatat fluktuatif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Sulawesi Tenggara pada Juni 2020 tercatat sebesar US$142,92 juta atau mengalami penurunan 20,41 persen dibanding ekspor Mei 2020 yang tercatat US$179,56 juta. Sebelumnya pada bulan Mei 2020, ekspor Sultra mengalami kenaikan sebesar 51,96 persen dibanding ekspor April 2020. Volume ekspor Sultra juga turun 29,48 persen dibanding Mei 2020 yaitu dari 136,05 ribu ton menjadi 95,94 ribu ton.

“Nilai ekspor berfluktuasi sejak Januari sampai dengan Juni 2020. Nilai ekspor tertinggi tercapai pada bulan Mei sedangkan nilai ekapor terendah pada bulan Februari 2020,” ungkap Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, kemarin.

Kata dia, ekspor Sultra dibedakan berdasarkan ekspor langsung dan ekspor tidak langsung. Nilai ekspor langsung Sultra pada Juni 2020 mengalami penurunan 27,99 persen dibanding Mei 2020, yaitu dari US$168,15 juta menjadi US$121,09 juta. Sedangkan, volumenya turun 34,11 persen dari 130,89 ribu ton pada Mei 2020 menjadi 86,25 ribu ton pada Juni 2020.

Sementara, secara kumulatif, total ekspor Sultra Januari-Juni 2020 tercatat US$857,27 juta atau naik 10,99 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Sebaliknya, volume ekspor kumulatif Januari-Juni 2020 mengalami penurunan 88,34 persen dibanding Januari-Juni 2019 yaitu dari 5.346,85 ribu ton menjadi 623,56 ribu ton.

Pada Juni 2020, ekspor Sultra didominasi oleh kelompok komoditas besi dan baja dengan nilai US$141,31 juta, selanjutnya kelompok komoditas ikan dan udang di urutan kedua dengan nilai US$1,49 juta, dan kelompok komoditi kopi, teh, rempah-rempah di urutan ketiga dengan nilai US$0,10 juta.

“Penurunan terbesar ekspor Sultra Juni 2020 dibanding Mei 2020 terjadi pada kelompok komoditas besi dan baja senilai US$141,32 juta atau 98,87 persen,” terangnya.

Lanjut dia, sepanjang Januari hingga Juni 2020, negara tujuan ekspor utama Sultra meliputi Tiongkok, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Belgia masing-masing dengan nilai US$800,37 juta, US$35,45 juta, US$11,31 juta, US$3,08 juta, dan US$2,02 juta. Peranan kelima negara tersebut mencapai 99,41 persen dari total ekspor Sultra.

Turunnya ekspor Sultra pada Juni 2020 dibanding Mei 2020 dipengaruhi oleh turunnya ekspor ke negara tujuan utama yaitu Tiongkok dan Korea Selatan. Ekspor ke Tiongkok turun senilai US$38,26 juta atau turun 21,62 persen dan Korea Selatan turun senilai US$0,44 juta atau 44,02 persen. Ekspor Sultra Juni 2020 didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar US$142,79 (99,91 persen) dan sisanya sektor pertanian US$0,13 juta (0,09 persen). Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor Januari-Juni 2020, ekspor produk industri pengolahan berkontribusi sebesar 99,20 persen, ekspor produk pertambangan 0,31 persen dan sisanya 0,48 persen adalah kontribusi dari ekspor produk pertanian. Sementara, ekspor dari sektor pertambangan pada Juni 2020 tercatat 0 persen.

“Ini tidak lain karena adanya larangan ekspor raw material atau nikel mentah oleh pemerintah,” tandasnya. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy