Ekonomi AS Membaik, Harga Emas Turun Signifikan – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Ekonomi AS Membaik, Harga Emas Turun Signifikan

Tampak emas perhiasan yang dipajang di etalase Toko Emas Jelita, Kendari, Rabu (12/8). (YULI/KENDARI POS)


KENDARIPOS.CO.ID — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau yang dikenal dengan emas Antam turun pada perdagangan Rabu (12/8).

Berdasarkan data dari situs logammulia.com, emas dengan berat 1 gram kemarin dibanderol Rp 1.026.000 per batang, turun Rp 30.000 atau 2,84 persen dibandingkan harga sehari sebelumnya. emas batangan 2 gram dibanderol Rp 1.992.000, ukuran 3 gram Rp 2.963.000, dan ukuran 5 gram Rp 4.910.000 per batang. Sementara, ukuran 100 gram dibanderol Rp 96.812.000 per batang, turun 3,01 dari perdagangan Selasa (11/8) lalu.

Kondisi serupa juga dialami oleh sejumlah pedagang perhiasan emas di Kota Kendari. Dari pantauan Kendari Pos, diketahui harga emas turun cukup signifikan pada perdagangan kemarin. Ana, pedagang emas di Pasar Mandonga menjual emas perhiasan ukuran 23 karat dengan harga Rp 900.000 per gram, turun Rp 45.000 dari sehari sebelumnya.

“Harga emas sudah mulai turun sekitar satu pekan. Hari ini agak jaruh harganya, sampai Rp 45 ribuan. Kalau perhiasan (emas) 22 saya tawarkan di harga Rp 550 ribu sampai Rp 700 ribu per gram,” ungkap Ana.

Pedagang lainnya bernama Rudi juga menjual emas dengan harga yang lebih murah dibandingkan hari sebelumnya. Emas 23 karat ia tawarkan seharga Rp 800 ribu lebih per gram.

“Untuk 22 karat spesifikasinya paling bagus Rp 700 ribu lebih per gram. Ini lebih murah dari kemarin dulu, yang harganya hampir Rp 800 ribu. Yah, turun sekitar Rp 50 ribuan,” tuturnya.

Sementara, pedagang emas di bilangan Kota Lama yang menyediakan perhiasan emas berkualitas mengungkapkan bahwa di tokonya juga terjadi penurunan harga emas. Pada perhiasan emas 23 karat dengan kadar 87,5 persen dibanderol seharga Rp 995.000 per gram, lebih rendah dari sebelumnya yang ditawarkan Rp 1.050.000. Perhiasan 24 karat dengan kadar emas 99 persen dibanderol senilai Rp 1 jutaan lebih sedangkan perhiasan 22 karat ditawarkan dengan kisaran harga Rp 700.000 hingga Rp 900.000 per gram.

“Harga emas memang naik turun yang terpengaruh dari harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Hari ini mengalami penurunan dari harga kemarin,” ungkap pemilik Toko Emas Jelita di bilangan Kota Lama, Kendari.

Berbeda dengan kondisi tersebut, harga jual untuk beberapa jenis emas di PT Pegadaian (Persero) justru mengalami kenaikan meski tidak signifikan. Kenaikan harga emas di Pegadaian tidak mengikuti runtuhnya harga emas dunia pada perdagangan Selasa yang berlanjut hingga Rabu kemarin.

Berdasarkan data dari situs resmi Pegadaian pada Rabu (12/8), emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 1.096.000 per batang, naik Rp 2.000 atau 0,18 dari perdagangan Selasa. Untuk pecahan 0,5 gram dihargai Rp 584.000 per batang, naik Rp 1.000.

Berbeda dengan emas Antam biasa, emas Antam retro harganya tidak berubah. Untuk berat 1 gram dibanderol Rp 1.046.000 per batang dan untuk 2 gram dibanderol 2.090.000 per batang. Sementara, untuk jenis emas Antam batik yang harganya paling mahal ketimbang jenis lainnya dibanderol Rp 1.243.000 per batang untuk pecahan 1 gram, naik Rp 10.000 atau 0,81 persen dari sehari sebelumnya. Sementara untuk berat 0,5 gram hanya naik Rp 1.000 menjadi 643.000 per batang.

Plt. Pimpinan Cabang Pegadaian Kendari, Rahmat Saleh saat dihubungi mengatakan, harga emas mencapai rekor tertinggi pada 10 Agustus 2020. Logam Mulia 24 karat produksi Antam yang dijual di Pegadaian menyentuh angka 1.105.000 per gram.

“Angka ini rekor tertinggi sepanjang masa untuk transaksi penjualan logam mulia di Pegadaian. Tetapi, hari Selasa sampai dengan hari ini (kemarin,red), harga LM terkoreksi sampai dengan 1.080.000 per gram atau turun 25.000 per gram,” ujar Rahmat.

Lanjut dia, kondisi tersebut terjadi selain karena harga emas secara global mengalami penurunan, juga disebabkan semakin membaiknya kondisi perekonomian secara global, khususnya USA yang selama ini menjadi kiblat ekonomi dunia. Di mana, terjadi pelonggaran atas aktivitas ekonomi masyarakat di sana yang selama ini terbatas akibat Covid-19. Sehingga, secara makro menekan angka pengangguran dengan kembali terbukanya lapangan kerja. Selain itu, program stimulus dan pemulihan ekonomi di Amerika juga dilakukan secara baik.

“Harga-harga saham dunia semakin membaik sehingga sebagian portofolio investor yang selama ini menjadikan emas sebagai save heaven, sebagian dialihkan ke saham,” terang pengganti Mustamin Takwin tersebut. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy