Dikbud Konawe Launching Program “Geser Seribu” – Kendari Pos
Konawe

Dikbud Konawe Launching Program “Geser Seribu”

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara (tengah) didampingi Kepala Dinas Dikbud, Suriyadi (kiri) bersedekah di kotak donasi saat launching program Geser Seribu di SMPN 1 Sampara, kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID — Program inovasi bertajuk Gerakan Sedekah Sehari 1.000 (Geser Seribu) mendapat apresiasi dari pemangku kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe. Program gagasan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe itu, diproyeksi sebagai salah satu cara untuk memberantas kesenjangan ekonomi di daerah berjuluk lumbung beras Sulawesi Tenggara (Sultra). Saat launching program Geser Seribu di SMPN 1 Sampara, Jumat (7/8), Wakil Bupati (Wabup) Konawe, Gusli Topan Sabara, mengatakan, inovasi itu dapat membangkitkan kepekaan sosial masyarakat dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada.

“Bersedekah tidak akan menjadikan kita miskin. Geser Seribu ini selaras dengan visi misi Pemkab Konawe. Ini satu inovasi yang sangat ideal untuk mereduksi kemiskinan di negeri leluhur tanah kerinduan. Bukan hanya di sektor pendidikan saja, program ini nantinya akan diadopsi Pemkab Konawe pada semua sektor kehidupan masyarakat,” setus Gusli Topan Sabara, didampingi Asisten III pemkab Konawe, Ichsan Saranani dan Dirut Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bahteramas Konawe, Ahmad.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Dikbud Konawe, Suriyadi, menjelaskan, launching Geser Seribu di SMPN 1 Sampara, hanya dikhususkan bagi sekolah yang berada di zona 1. Wilayah itu mencakup sekolah yang berada pada tujuh kecamatan, yakni Sampara, Anggalomoare, Bondoala, Morosi, Kapoiala, Soropia dan Lalonggasumeeto. Ia menyebut, ada sekira 60 SD maupun SMP yang ikut terlibat dalam launching
Geser Seribu khusus zona 1 yang dipusatkan di SMPN 1 Sampara tersebut. “Kita punya 29 kecamatan di Konawe. Sangat tidak mungkin
di masa pandemi ini kita kumpulkan orang yang begitu banyak. Makanya, launching Geser Seribu ini kita bagi menjadi lima zona. Selanjutnya, kita akan launching lagi untuk sekolah di zona Pondidaha, Unaaha, Puriala dan Latoma,” beber Ketua PGRI Konawe itu.

Suriyadi menyebut, jika metode pembelajaran klasikal sudah diterapkan di Konawe, setiap satuan pendidikan wajib menyiapkan satu kotak sedekah di masing-masing sekolah. Teknisnya, kotak sedekah itu bisa digunakan saat apel pagi atau ketika kegiatan pembelajaran di sekolah akan dimulai. “Tapi disaat proses belajar dari rumah (BDR), Geser Seribu ini sebenarnya juga sudah bergerak. Kunjungan guru ke siswa saat belajar diluar jaringan (Luring), sekaligus menyosialisasikan program ini ke setiap siswa didik,” terangnya.

Suriyadi berharap, program gagasan ini akan mampu memupuk nilai kepedulian siswa di Konawe. Siswa bisa memiliki karakter dermawan lewat spirit bersedekah sebesar seribu rupiah setiap harinya. Di awal September 2020 mendatang, dirinya sudah menargetkan donasi yang terkumpul lewat program Geser Seribu bisa membantu 340 siswa kurang mampu dan berprestasi di Konawe. “Jadi klop, setiap sekolah ada satu penerimanya. Sebab di Konawe ini ada 275 SD dan 65 SMP. Itu target awal kita. Kita juga bekerja sama dengan pihak Perbankan untuk pembuatan rekening donasi Geser Seribu yang terkumpul,” pungkas Suriyadi. (b/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy