Desa Membangun, Sultra Terbangun, Oleh : Marlyah, S.Stat – Kendari Pos
Opini

Desa Membangun, Sultra Terbangun, Oleh : Marlyah, S.Stat

Marlyah, S.Stat, (STATISTISI DI KOTA BAUBAU)

KENDARIPOS.CO.ID — Undang Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa telah sah berlaku di negeri ini. Dahulu, desa adalah objek pembangunan yang tak ubahnya seperti penonton. Paradigma ini kita kenal dengan paradigma membangun desa. Paradigma ini mengakibatkan pembangunan desa seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan desa, sehingga target pembangunan menjadi bias dan cenderung tak tercapai.

Namun dalam regulasi UU desa yang baru ini, yakni UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa, Paradigma pembanguna Desa telah telah megalami perubahan konsep dan sprit dari era sebelumnya. Desa bukan lagi sebagai objek tetapi subjek pembangunan. Paradigma seperti ini di sebut dengan paradigma desa membangun.

Paradigma desa. Membangun, menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan Nawacita, khususnya cita ketiga, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat pembangunan daerah dan desa dalam kerangka Negara Republik Indonesia (NKRI).

Pergeseran paradigma ini membuat desa memiliki wewenang penuh menjalanakan berbagai program pembangunan. Warga desa juga terlibat lebih aktif dalam setiap gerak langkah pembangunan. Melalui musyawarah desa, warga dapat menentukan sendiri apa yang menjadi visi/misi dan prioritas pembangunan desanya. Kesepakatan bersama ini membuat desa semakin bersemangat dalam melakukan dalam melakukan berbagai perubahan, sehingga seluruh potensi desa dapat terkelola dengan efektif dan efisien.

Pengelolaan desa secara efektif menjadi tantangan tersendiri untuk setiap daerah, tidak terkecuali di Provinsi Sulawesi Tenggara. Menurut Badan Pusat Satistik (BPS), pada tahun 2019 Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki 2.318 desa/kelurahan termasuk di dalamnya Unit Pemukiman dan Transmigrasi. Jumlah yang terbilang tidak sedikit ini, jika dikembangkan sesuai potensinya tentu akan sangat berdampak bagi kemajuan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian bersama mengenai arah pembangunan di level Desa yang mana akan bermuara pada Indeks Desa Membangun (IDM). Status Indeks desa membangun Provinsi Sulawesi Tenggara menempati posisi ke-26 dengan status IDM Provinsi berkembang. Saat ini Desa dituntut melakukan kebijakan intervensi yang tepat didukung dengan partisipasi masyarakat.

Pembangunan Kesehatan

Kesehatan bukan segalanya namun tanpa kesehatan segalanya tak berarti. Pepatah lama mengajarkan kepada kita tentang arti kesehatan. Dewasa ini, pembangunan kesehatan di level desa harus menjadi prioritas utama. Kemudahan akses kesehatan baik kesehatan bayi, anak-anak, remaja, usia subur dan lansia. Semua komponen masyarakat harus tersentuh pembangunan bidang kesehatan.

Desa berfungsi sebagai wadah harus menghadirkan program untuk memelihara kesehatan masyarakatnya. Tujuannya adalah menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Hal tersebut dapat terwujud dengan memastikan kemudahaan akses kesehatan, ketersediaan tenaga kesehatan di desa misalnya dokter dan bidan serta program-program kesehatan berjalan dengan baik misalnya konvergensi layanan pencegahan stunting di desa.

Pemerintah desa harus secara aktif mengerahkan potensi dalam pembangunan kesehatan. Hilangkan mindset bahwa kesehatan adalah urusan Puskesmas atau sektor terkait lainnya. Justru sebaliknya, pemerintah Desa-lah yang harus menjemput bola melihat program apa yang dilakukan Puskesmas untuk menyehatkan masyarakat desa. Harus bermitra duduk bersama mengidentifikasi masalah kesehatan lalu mencari solusi pemecahannya. Pemerintah Desa mendukung penuh inovasi pembangunan kesehatan dengan mengalokasikan Dana Desa. Dengan semangat Desa Membangun akses kesehatan akan semakin mudah, derajat kesehatan masyarakat desa akan semakin meningkat.

Pendidikan dan Modal Sosial

Hal urgent lainnya adalah pendidikan. Bukan hanya tentang akses ke sekolah yang mudah, namun juga melihat kemudahan akses bagi mereka yang berkebutuhan khusus agar tetap mengenyam pendidikan tanpa ada perbedaan. Selain sekolah formal, hal yang harus ditumbuhkan di desa yaitu pelatihan-pelatihan keterampilan khusus di masyarakat misalnya kursus menjahit, kerajinan tangan dan lain sebagainya. Masih terkait pendidikan, hal yang tidak kalah pentingnya yaitu ketersediaan perpustakaan desa yang dikelola secara aktif. Jika hal ini dikelola secara aktif dan berkelanjutan, akan memberikan daya ungkit yang baik untuk minat baca masyarakat khususnya generasi muda.

Selain pendidikan, modal sosial juga perlu mendapat perhatian. Banyak aktor kunci di desa yang dapat menjadi penggerak dalam pembangunan. Misalnya, PKK, dasawisma, karang taruna, kelompok usaha dan lain sebagainya. Jika tidak mampu melihat aktor kunci ini, alhasil pembangunan berjalan biasa-biasa saja.Pemerintah Desa harus membangun kembali semangat gotong royong dan mengaktifkan musyawarah desa dimana masyarakat menuangkan ide-ide pembangunan dan melaksanakan secara bersama-sama.

Ekonomi

Desa Membangun juga harus memperhatikan sektor ekonomi. Selain akses perdagangan, sarana dan prasarana ekonomi, Pemerintah Desa memperhatikan keragaman produksi masyarakat desa tentu dengan memperhatikan potensi yang ada di desa. Hal lain yang harus ditumbuhkan adalah bagaimana agar Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes aktif dan mengelola bisnis diberbagai bidang.

Selain BUMDes, pemerintah Desa juga mendorong masyarakat agar menghidupkan ekonomi kreatif. Sehingga dapat dijadikan mitra dalam berusaha. Salah satu potensi yang dimiliki oleh desa untuk memajukan sektor ekonomi adalah kaum milenial yang memiliki ide-ide kreatif.

Sektor Pariwisata

Sulawesi Tenggara memiliki banyak potensi alam yang sangat indah. Potensi itu akan memberikan daya ungkit yang tinggi apabila dikelola dengan baik. Saat ini, banyak pemerintah Desa yang melirik potensi alam mereka dan menyulap menjadi wahana pariwisata. Tentu hal ini didukung dengan instansi-instansi terkait yang ada di Daerah yang berperan dalam memberikan pendampingan dan pembinaan kepada Pemerintah Desa.

Sebagai contoh potensi alam di Sulawesi Tenggara yaitu Bukit Lamando di Desa Sandang Pangan, Kec. Sampolawa Kab. Buton Selatan yang saat ini masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2020 (API 10B) dan masih banyak potensi desa lainnya. Pemerintah desa, dewasa ini, mampu menghadirkan wajah destinasi pariwisata baru di desanya. Hal ini perlu mendapat apresiasi dan dukungan kita bersama. Selain dapat meningkatkan pendapatan asli desa juga akan menyerap tenaga kerja dari desa tersebut.

Kesiap-siagaan Bencana

Bencana dapat berupa bencana alam, non alam dan sosial. Kondisi aman saat ini belum tentu aman dari bencana. Bukan waktunya untuk lengah, bencana bisa datang kapan saja. Pemerintah Desa harus hadir dalam tahap prabencana yaitu dengan upaya mitigasi dan kesiap-siagaan (preparedness) sebelum bencana.

Upaya mitigasi bertujuan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh bencana. Mulai dari menyusun peraturan desa tentang bencana, pedoman /SOP bencana, analisis risiko bencana di desa, pemasangan tanda-tanda peringatan, jalur evakuasi dan titik kumpul jika terjadi bencana, penyuluhan kewaspadaan masyarakat, hingga membuat bangunan yang berfungsi untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh bencana.

Upaya kesiap-siagaan dilaksanakan oleh Pemerintah Desa untuk mengantisipasi terjadinya bencana guna menghindari jatuhnya korban jiwa dan kerugian materil. Hal yang dapat dilakukan berupa pelatihan siaga atau simulasi jika terjadi bencana yang dibantu oleh instansi terkait, menyusun rencana kontinjensi level desa serta pemasang system peringatan dini jika memungkinkan.

Semua sektor di atas kini menjadi perhatian banyak pemerintah Desa tentu dengan semangat Desa Membangun. Untuk mewujudkan itu, tentu desa sangat membutuhkan dukungan dan sinergitas mulai level Provinsi, Kab/Kota, Kecamatan, dunia usaha dan tentunya masyarakat desa itu sendiri. Dengan saling mendukung sesuai porsinya masing-masing, yakinlah Desa Membangun dapat optimal dan Sulawesi Tenggara pun Terbangun. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy