“Bersih-bersih” Internal Lewat Program Jari dan WBS – Kendari Pos
Metro Kendari

“Bersih-bersih” Internal Lewat Program Jari dan WBS

KENDARIPOS.CO.ID — Kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tenggara rupanya bukan hanya soal bagaimana mewujudkan sistem pengelolaan keuangan daerah yang baik dan akuntabel. Akan tetapi juga diimplementasikan dalam sistem pengawasan pelayanan publik melalui Program Jaga Kendari (Jari) dan Whistleblowing System (WBS) milik BPKP.

Inspektur Inspektorat Kota Kendari, Syarifuddin (baju batik) bersama jajarannya dan OPD berkomitmen memberantas prilaku Suap Korupsi dan Gratifikasi (SPG) melalui program Jaga Kendari (Jari)

Beberapa hari lalu, perwakilan BPKP Sultra dan Inspektorat Kota Kendari memberikan edukasi tentang anti korupsi terhadap para Aparatur Sipil Negara (ASN) utamanya yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Diskdukcapil). Tujuannya agar para abdi negara itu bisa memberikan pelayanan yang baik serta terhindar dari perilaku Suap, Pungli dan Gratifikasi (SPG)

Inspektur Inspektorat Kota Kendari, Syarifuddin mengatakan, pihaknya membekali ASN Disdukcapil dan para operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) soal pemahaman dan konsep dasar program jari sekaligus menjelaskan item-item anti korupsi (SPG) yang termuat dalam aplikasi WBS.

“Dalam edukasi kali ini, kami sengaja gandeng BPKB yang menjelaskan item-item anti korupsi anti suap, pungli dan gratifikasi. Kami menyadari bahwa program Jari dan WBS ini sama sehingga kegiatannya kami gabungkan,” kata Syarifuddin.

Lebih lanjut, Syarifuddin mengungkapkan bahwa dalam sudah instansi atau organisasi perangkat daerah (OPD) pasti ada oknum pegawai yang ingin “bersih-bersih”, ingin menginformasikan kondisi yang sebenarnya terjadi diinstansinya. Hanya saja kata, kata syarifuddin, lagi-lagi soal keberanian yang untuk mengungkapkannya.

“Jadi melalui Jari maupun WBS milik BPKP, baik warga maupun ASN yang ingin memberikan informasi atas adanya dugaan SPG, itu bisa, dan dapat terlindungi oleh kami maupun BPKP,” kata Syarifuddin.

Untuk tahap awal, kata Syarifuddin, pembenahan “bersih-bersih” akan dilakukan di Inspektorat sendiri juga di Disdukcapil Kota Kendari. Jika berhasil, program tersebut nantinyanakan direplikasi pada OPD lainnya. Ia turut memperkenalkan fitur yang termuat dalam aplikasi Jari. Dimana akan ada tiga fitur layanan yang akan disiapkan, yakni publikasi data dan layanan, saluran pengaduan dan fitur mesin antrian.

“Kami harap mereka (ASN Disdukcapil) bisa paham soal aplikasi jari ini. Karena keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh OPD yang terlibat langsung didalamnya. Saya harap aplikasi Jari yang akan dilaunching September nanti bisa membuat kita saling menjaga, OPD menjaga masyarakat dan masyarakat menjaga OPD dari potensi SPG,” kata Syarifuddin.

Korwas Bidang Investigasi BPKP Sultra Leo Nendra menyambut baik lahirnya program Jari. Menurutnya, program tersebut bisa menciptakan layanan publik yang baik, bersih, transparan dan akuntabel, untuk kepentingan masyarakat, khususnya masyarakat diKota Kendari.

Ia akan membantu Inspektorat Kota Kendari dalam implementasinya. Itu dilakukan karena program Jari sama dengan progeam WBS milik BPKP. “Program Jari inline dengan program kami. Mudah-mudahan kami bisa membantu memperkuat program Jari Kendari.

Dari sisi WBS, kita berupaya agar sistem pelaporan bisa menjadi sistem peringatan dini untuk mencegah terjadinya upaya-upaya tindakan yang berbau fraud (penyimpangan) seperti unsur suap menyuap, gratifikasi dan sebagainya,” kata Leo.

Leo berharap, program Jari dan WBS bisa menjadi sarana untuk menampung keluhan laporan dari baik internal organisasi tersebut maupun disdkcapil, bahkan dari masyarakat. (b/adv/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy