Abdul Rahman Farisi : Pemerintah Mesti Menjaga Ekonomi Masyarakat – Kendari Pos
Sulawesi Tenggara

Abdul Rahman Farisi : Pemerintah Mesti Menjaga Ekonomi Masyarakat

KENDARIPOS.CO.ID — Pengamat ekonomi Abdul Rahman Farisi (ARF) menaruh perhatian serius pada persoalan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah perlu menciptakan gebrakan yang dapat menjaga kegiatan ekonomi masyarakat agar tetap berjalan. Utamanya kegiatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tonggak perekonomian ketika negara mengalami kesulitan.

Dalam diskusi bersama mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Halu Oleo (FEB UHO) tentang pelaku UMKM Sulawesi Tenggara (Sultra) di tengah pandemi Covid-19, Abdul Rahman Farisi mengatakan, dari data BPS Sultra tahun 2017 tentang Analisis Hasil Sensus Ekonomi 2016 Lanjutan, diketahui bahwa UMKM di Sultra pada kelompok perdagangan besar dan eceran mencapai 50,22 persen, industri pengolahan sebanyak 21,43 persen, serta kelompok penyediaan akomodasi, makanan dan minuman mencapai 8,49 persen.

“Semua kelompok usaha ini rentan terdampak Covid-19 yang berarti sangat berisiko menjadi usaha yang akan mengalami stagnasi bahkan kontraksi (pertumbuhan negatif) yang menjadi sebab resesi ekonomi nasional,” ujar Abdul Rahman Farisi kepada Kendari Pos.
Oleh karena itu, mantan koordinator jaringan peneliti ekonomi Indonesia timur itu menyarankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dan kabupaten/kota se-Sultra mesti serius melakukan afirmasi untuk membantu pelaku UMKM. Bantuan tersebut bisa melalui sejumlah program seperti relaksasi modal, akses permodalan hingga bantuan pemasaran.

Selain itu, pemerintah daerah juga perlu mengalokasikan belanja untuk membeli produk UMKM pada masa pandemi Covid-19. “Hal itu bertujuan untuk menjaga keberlanjutan produksi dan keberlangsungan urat nadi perekonomian masyarakat Sultra,” argumen mantan tenaga ahli
Ketua BPK RI itu.

Apalagi, lanjut politisi Golkar ini, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yakni mencapai Rp 607,65 triliun dalam berbagai bentuk program. Khusus untuk UMKM mencapai Rp 123,46 triliun. Sehingga, Pemda baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota perlu secara aktif menjemput bola dengan melakukan sosiaslisasi dan pelatihan untuk menyiapkan para pelaku UMKM di Sultra mengakses program nasional tersebut.

Pria yang karib disapa ARF ini berencana mengundang diskusi gubernur dan para bupati/wali kota se-Sultra dalam waktu dekat. Ia ingin meminta perhatian para pemimpin tersebut agar lebih memberdayakan pelaku UMKM di Sultra. “Alokasikan anggaran yang cukup untuk membeli produk mereka (UMKM) selama masa pandemi agar ekonomi Sultra tetap bergerak. Kemudian, agar saling sinergi dalam memastikan bahwa masyarakat Sultra juga akan menikmati alokasi anggaran program PEN yang cukup besar itu,” tandasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy