KENDARIPOS.CO.ID — Pelayanan intens pada masyarakat yang belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) terus dilakukan pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Wakatobi. Hasilnya, dari data semester II tahun 2019 lalu, penduduk Wakatobi yang memiliki KTP-el telah mencapai 78.448 dari 80.003 warga. Dari data tersebut, tercatat sebanyak 1.555 warga wajib KTP yang belum melakukan perekaman. Data itu telah mengalami perubahan mengingat pada semester pertama tahun 2020 sudah banyak masyarakat khususnya pemula yang melalukan perekaman. Namun, data ini akan kembali direvisi. “Di Wakatobi rata-rata yang wajib ber KTP dan belum merekam itu kebanyakan pemula dan lanjut usia,” ujar Kepala Disdukcapil Wakatobi, Abdul Rahim.

Kendala yang dihadapi pihaknya saat ini yakni kurangnya ketersediaan blangko. Padahal target Disdukcapil Wakatobi, masyarakat yang wajib pilih pada Pilkada tahun 2020 ini tidak ada yang menggunakan surat keterangan (Suket). “Karena tahun 2019 lalu pada pemilihan legislatif, alhamdulilah kita juga target tidak ada Suket dan sukses,” ujarnya.

Sayangnya, tahun ini kata Rahim pihaknya belum bisa memastikan. Mengingat stok blangko KTP kian menipis. Sementara untuk mendapatkan blangko, pihaknya terkendala masa pandemi Covid-19. “Karena kita harus menjemput langsung di Jakarta. Bukannya tidak bisa. Tapi kita tahu protokol kesehatan Covid-19. Setelah kita kembali dari Jakarta kita harus karantina mandiri 14 hari,” terangnya.

Meski saat ini sudah ada bantuan dari Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 1.000 keping, ketersediaan stok semakin berkurang. “Sekarang tidak cukup 300 blangko lagi. Padahal setiap hari padat pelayanan. Banyak masyarakat kita yang datang mengurus. Ini yang akan kita carikan solusinya supaya yang sudah merekam nanti bisa mengambil KTP langsung,” pungkasnya. (c/thy)