Tunaikan Instruksi Menteri, PT. Pelangi Maritim Jaya Bersama DKP Konsel Lepas 50 Lobster Mutiara – Kendari Pos
Nasional

Tunaikan Instruksi Menteri, PT. Pelangi Maritim Jaya Bersama DKP Konsel Lepas 50 Lobster Mutiara

Pelepasliaran lobster mutiara hasil budidaya PT.Pelangi Maritim Jaya di Perairan Teluk Sterling – Pinambea (Pelabuhan Lapuko), Kelurahan Lapuko, Kecamatan Moramo, Konsel. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Konsel, Syamsul turut hadir.


KENDARIPOS.CO.ID — PT.Pelangi Maritim Jaya patuh pada peraturan menteri kelautan dan perikanan (Permen KP). Perusahaan yang bergerak di sektor budidaya lobster melepasliarkan 50 lobster jenis mutiara ke habitatnya di alam bebas.

PT. Pelangi Maritim Jaya melepasliarkan lobster mutiara di perairan Teluk Sterling-Pinambea (Pelabuhan Lapuko), Kelurahan Lapuko, Kecamatan Moramo, Konsel. Seremoni pelepasliaran lobster disaksikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Konsel, Syamsul.
Perwakilan PT. Pelangi Maritim Jaya, Heru mengatakan Permen KP Nomor 12 tahun 2020 itu mengatur tentang pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan di wilayah Indonesia beserta berbagai petunjuk teknis lainnya. Permen KP itu juga sekaligus menumbuhkan geliat budidaya lobster.

“Ada syarat yang harus dipenuhi bagi eksportir sebelum mengekspor bibit lobster. Diantaranya kemampuan berbudidaya hingga komitmen menggandeng nelayan dalam menjalankan usaha budidaya lobster,” ujar Heru kepada Kendari Pos, kemarin.

Heru mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Konsel dan Pemprov Sultra telah memberikan izin kepada perusahaannya dalam melakukan budidaya hingga kini sudah sampai ke tahap ekspor benih dan lobster.”Kami sangat mendukung pemerintah dalam program budidaya dan ekspor benih lobster. Kami siap berinvestasi demi kesejahteraan masyarakat. Kami harap bukan hanya PT.Pelangi Maritim Jaya yang siap untuk itu akan tetapi semua perusahaan yang bergerak dibidang yang sama,” kata Heru.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Konsel, Syamsul

Heru menyarankan pemda merancang regulasi agar perusahaan yang hendak memanfaatkan hasil laut (benih lobster) di suatu daerah, maka harus berinvestasi dengan membangun budidaya lobster demi kesejahteraan masyarakat. “Karena potensi budidaya untuk kepentingan masyarakat itu bukan hanya dari hasil mencari benih lobster. Tapi bisa juga dari penangkapan ikan rucah untuk pakan lobster. Kemudian budidaya kerang yang juga pakan lobster. Itu akan meningkatkan ekonomi daerah menjadi sangat pesat,” tutup Heru.

Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Konwe Selatan (Konsel) berkomitmen menjaga kelestarian lobster. Melihat keseriusan PT.Pelangi Maritim Jaya dalam budidaya lobster, Kepala DKP Konsel, Syamsul turut dalam pelepasliaran 50 lobster mutiara ke habitatnya. Syamsul mengapresiasi kepatuhan PT.Pelangi Maritim Jaya terhadap Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 12 tahun 2020.

Syamsul mengungkapkan bahwa lobster yang dilepas ke alam bebas merupakan lobster hasil budidaya PT.Pelangi Maritim Jaya. “Berdasarkan ketentuan Permen KP Nomor 12 Tahun 2020 dan Peraturan Dirjen Budidaya Nomor 178 tahun 2020, setiap perusahaan yang hendak melakukan ekspor lobster, diwajibkan melepasliarkan hasil budidaya sebanyak 2 persen kembali alam,” ungkap Syamsul.

Syamsul menegaskan setiap perusahaan yang bergerak dibidang yang sama harus berlaku seperti PT.Pelangi Maritim Jaya. Perusahaan itu lebih dulu berinvestasi dengan melakukan budidaya lobster. Hal itu sesuai amanah Permen KP nomor 12 tahun 2020. “Jadi, perusahaan
yang akan mengambil lobster di Kabupaten Konsel, harus berinvestasi berupa budidaya lobster dan berkerja sama dengan masyarakat lokal seperti yang dilakukan PT.Pelangi Maritim Jaya,” jelas Syamsul.

Lebih lanjut Syamsul menjelaskan bahwa agenda pelepasliaran puluhan ekor lobster ini penting dilakukan sebagai pelestarian lobster dialam bebas (habitat)-nya. “Ini merupakan agenda (pelepasliaran) perdana di Konsel. Karena baru tahun ini kita ekspor lobster,” ujarnya.

Syamsul berharap, adanya permen KP Nomor 12 Tahun 2020 akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan para nelayan, lalu para pelaku usaha (pengepul) bisa melaksanakan usahanya dengan baik dengan meningkatkan jumlah ekspor yang bisa mendatangkan devisa bagi negara.

Di kesempatan yang sama, perwakilan DKP Provinsi Sultra, Anung Wijaya menyambut baik pelepasliaran lobster mutiara ke alam bebas. Terlebih pelepasannya dilakukan dikawasan konservasi perairan daerah. “Jadi prioritas kita untuk lokasi pelepasliaran itu harus dalam lokasi konservasi. Pertimbangannya selain sudah memenuhi kriteria dari segi teknis lokasi yang kita sinkronkan dengan kebijakan pemerintah provinsi dalam pengelolaan kawasan konservasi. Jadi kita prioritaskan dalam kawasan dulu. Tepatnya di zona inti di Moramo,” kata Anung. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy