Tenun Masalili Muna Nominator Cenderamata Terbaik – Kendari Pos
Muna

Tenun Masalili Muna Nominator Cenderamata Terbaik

KENDARIPOS.CO.ID — Sarung tenun Masalili dari Kabupaten Muna ditetapkan menjadi salah satu nominator dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2020. Kerajinan tradisional itu masuk dalam kategori cenderamata terbaik dan akan bersaing dengan sembilan produk lokal dari daerah lain di Indonesia. Keikutsertaan dalam API tahun ini merupakan kali ketiga bagi Kabupaten Muna, sejak 2018 lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Muna, Amiruddin Ako, menerangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mendaftarkan lima objek wisata dari 10 kategori lomba yang digelar API pada tahun ini. Kelimanya adalah Ewa Wuna untuk kategori Olahraga dan Petualangan, tradisi Haroa untuk makanan tradisional, Danau Napabale pada kategori Ekowisata, Air Terjun Kalimalima untuk Wisata Air dan Sarung Tenun Masalili untuk cenderamata. Namun API hanya menetapkan sarung tenun Masalili yang masuk nominasi melalui rapat Komite Seleksi pada 1 Juli lalu.

Daerah lain yang juga masuk nominasi tetapi pada kategori berbeda, seperti dari Wakatobi, Buton dan Buton Selatan. “Tidak semua daerah bisa punya perwakilan destinasi karena memang tidak mudah untuk masuk nominasi. Kita bersyukur tiga tahun terakhir Muna selalu masuk nominasi. Dimulai 2018 dengan Gua Liangkabori, 2019 Danau Napabale dan tahun ini sarung tenun Masalili,” jelasnya, Minggu (5/7).

Amiruddin Ako menambahkan, tahap selanjutnya yang akan dilalui adalah proses sosialisasi dan kampanye, dimulai Juli sampai Desember. Sedangkan metode pemilihan pemenang akan dilakukan melalui pengiriman pesan singkat atau short massage service (SMS). Tahap tersebut dimulai tanggal 1 Agutus sampai 31 Desember 2020. Penentuan pemenang dilakukan berdasarkan destinasi yang menerima pesan dukungan terbanyak. Sejauh ini, prestasi terbaik Muna dalam ajang itu ialah terpilihnya Gua Liangkabori menjadi destinasi wisata prasejarah terpopuler ketiga nasional.

“Kami target menang lagi. Makanya sosialisasinya akan dimasifkan ke seluruh sekolah, instansi dan masyarakat luas. Dalam waktu dekat kami akan rapat bersama Dewan Kerajinan Nasional dan praktisi pariwisata daerah,” terang Amiruddin. Ketua Dekranasda Kabupaten Muna, Yanti Setiyawati Rusman Emba mengaku bangga karena tenun Masalili yang dikerjakan secara tradisional bisa ikut dalam ajang pariwisata paling bergengsi di Indonesia. Hal itu dianggapnya apresiasi kepada pengrajin dan Dekranasda yang gencar memamerkan produk itu bersama Bank Indonesia sejak empat tahun terakhir. Ia meyakini tenun Masalili bisa bersaing karena memiliki keunikan pada muatan budaya serta teknik pengerjaanya yang teliti. Apalagi saat ini produk itu terus berinovasi dengan sentuhan gaya dan mode terbaru.

“Ada varian corak dan mode yang lebih modern tetapi tidak meninggalkan muatan budaya yang khas. Kami optimis sarung tenun bisa bersaing,” paparnya. Ketua TP PKK Muna itu akan ikut serta menggalang dukungan masyarakat dan insan pariwisata daerah. Promosi akan dioptimalkan dengan memanfaatkan teknologi media massa dan media sosial. Ia berharap, dukungan bisa datang dari seluruh warga Bumi Anoa. “Kalau ini menang pasti akan jadi kebanggaan masyarakat Sultra juga,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy