Survei Palsu Ciderai Citra Pilkada Muna – Kendari Pos
Politik

Survei Palsu Ciderai Citra Pilkada Muna

Sirajuddin Abbas

KENDARIPOS.CO.ID — Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) diduga telah dimanipulasi untuk kepentingan politik di Pilkada Muna 2020. Hasil survei tersebut digunakan salah satu pasangan calon untuk melobi rekomendasi sejumlah partai politik. SMRC sendiri telah melayangkan keberatan dan membuka opsi menuntut pelaku pemalsuan tersebut.

Hasil survei SMRC yang dipalsukan memuat peluang para bakal calon bupati di Pilkada Muna 2020. Survei yang dilakukan 15 hingga 30 Juni itu pada 410 orang sampel dengan margin of error 5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Materi survei meliputi peta politik jika Pilkada Muna digelar Juni. Mulai dari elektabilitas pasangan calon, skema empat pasang calon, tiga pasang calon hingga proyeksi pemenang Pilkada jika terjadi head to head. Pasangan kandidat yang dimuat dalam survei itu antara lain LM. Rusman Emba – Bachrun Labuta, LM. Rajiun Tumada – La Pili, LM. Baharuddin – Aisyah Ditu dan Syarifuddin Udu – Hasid Pedansa. Seluruh skema survei palsu SMRC itu mengunggulkan LM. Rajiun Tumada – La Pili.

Hasil tersebut dibantah keras oleh Sirajuddin Abbas, Direktur Eksekutif SMRC. Menurutnya, lembaganya tidak bertanggung jawab pada semua materi survei tersebut. “Karena kami tidak pernah melakukan survei di bulan Juni,” tegasnya saat dihubungi Kendari Pos.

Sirajuddin mengaku baru mengetahui nama lembaganya dicatut oleh oknum pasangan calon setelah salah satu parpol meminta klarifikasi kepada SMRC. Setelah dilakukan telaah, ia memastikan hasil survei itu murni pemalsuan.

Ia menyebut lembaganya kini menempuh langkah politik dan hukum. Di antaranya menyurati seluruh Dewan Pimpinan Pusat parpol agar tidak menjadikan hasil survei palsu tersebut sebagai rujukan mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan calon di Pilkada Muna. “Kuasa hukum kami juga sedang menimbang langkah-langkah hukum,” terangnya.

Sirajuddin mengaku sangat prihatin dengan tindakan pemalsuan tersebut. Selain masuk ranah pidana, pemalsuan itu dianggap perbuatan yang merusak tatanan proses demokrasi di Muna. Ia meminta agar masyarakat Muna selektif menentukan pilihan pada Pilkada, 9 Desember mendatang. “Kalau sejak awal sudah menggunakan survei palsu untuk mendapatkan rekomendasi, maka berpotensi menghiatani suara rakyat nantinya,” pungkasnya. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy