Sungai Konaweha Meluap : Sawah Terendam, Warga Mengungsi – Kendari Pos
Konawe

Sungai Konaweha Meluap : Sawah Terendam, Warga Mengungsi

Ketua PMI Konawe, Titin Nurbaya Saranani (kedua dari kiri) saat menyalurkan bantuan pada warga terdampak banjir di Desa Ambuulanu, Kecamatan Pondidaha, kemarin.


KENDARIPOS.CO.ID — Sepekan terakhir, hujan dengan intensitas tinggi melanda Kabupaten Konawe. Beberapa desa di wilayah setempat kembali digenangi air karena guyuran hujan dan luapan sungai-sungai besar. Kecamatan Pondidaha menjadi salah satu wilayah terdampak parah genangan air. Beberapa desa terendam serta ratusan warga terpaksa mengungsi. Salah satunya, Desa Ambuulanu.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Konawe tergerak untuk meringankan beban warga terdampak banjir di wilayah setempat. Kamis (16/7), organisasi sosial kemanusiaan yang dikomandoi Titin Nurbaya Saranani itu, menyalurkan bantuan di Posko darurat yang berada di desa itu. Bantuan yang diberikan, berupa bahan kebutuhan pokok serta perlengkapan warga selama di pengungsian.

Ketua PMI Konawe, Titin Nurbaya Saranani mengatakan, tiap musim penghujan, sebagian besar wilayah Kecamatan Pondidaha pasti menjadi langganan banjir. Titik pendistribusian bantuan dipusatkan di Desa Ambuulanu, sebab lokasi tersebut selalu tergenang banjir saat musim hujan mulai melanda Konawe. Titin menyebut, selain melibatkan relawan PMI setempat, penyaluran bantuan banjir di wilayah tersebut juga bersinergi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe.

“Kalau dari PMI, kita berikan family kit dan higienis kit buat warga. Ini juga kita dibantu dari PMI Sultra. Setiap ada bencana, memang selalu ada bantuan untuk PMI kabupaten/kota. Kalau BPBD, paket Sembako yang dibagikan,” ujar Istri Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa itu. Titin menuturkan, dari pantauannya di posko pengungsian Desa Ambuulanu, untuk sementara bantuan yang dibutuhkan pengungsi antara lain logistik, air bersih, selimut dan bantuan obat-obatan.

Katanya, beberapa warga di posko pengungsian sudah mulai mengeluh demam, flu serta gatal-gatal pada badan. Selain memberi bantuan, anggota DPRD Sultra itu juga tak lupa mengingatkan warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker saat beraktivitas. “Tapi sudah ada Posko kesehatan buat mereka. Jadi, kami imbau warga di pengungsian ataupun yang masih bertahan di rumah supaya tetap tenang. Mudah-mudahan genangan air ini segera surut,” tandas Titin Nurbaya Saranani.

Ketinggian air di kawasan pemukiman dan persawahan itu kini mencapai 2 meter lebih. Tak kurang, 200 hektare sawah warga digenangi air. Kepala Desa (Kades) Ambuulanu, Ketut Riawan, menuturkan, banjir yang terjadi di wilayahnya sudah terjadi sepekan terakhir dan diprediksi akan berlangsung lama meski intensitas hujan mereda.

“Banjir ini juga dari hulu, kiriman air dari Sungai Konaweha. 200 hektare sawah terendam. Sekitar 100 hektare padi yang gagal panen,” ungkap Ketut Riawan, kemarin. Ia menambahkan, dari 140 kepala keluarga (KK) di wilayahnya, 27 KK diantaranya sudah memilih mengungsi di Posko darurat. Sebagian lagi, masih bertahan di rumah masing-masing ataupun evakuasi mandiri ke rumah kerabat yang lebih aman. “Kami dari Pemerintah Desa sudah meminta warga untuk mengungsi. Takutnya, banjir ini bisa memakan korban jiwa,” ujar Kades Ambuulanu itu. (b/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy