Sekolah Diminta Buat SOP PBM dari Rumah – Kendari Pos
Metro Kendari

Sekolah Diminta Buat SOP PBM dari Rumah

Asrun Lio

KENDARIPOS.CO.ID — Memasuki tahun ajaran baru 2020-2021, Dinas Dikbud Sultra meminta seluruh sekolah yang ada di Sultra untuk membuat Standar Operasional Prosedur (SOP ) Proses Belajar Mengajar (PBM) dari rumah.

Plt Kepala Dinas Dikbud Sultra, Asrun Lio mengungkapkan, selama Sultra belum mendapat persetujuan untuk menjalankan new normal oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, maka PBM tetap dilakukan dari rumah walaupun sudah ada beberapa sekolah yang diverifikasi untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

“Jadi semua sekolah kita menyarankan untuk membuat SOP belajar di rumah dengan mengacu kepada surat edaran Sekjen Kemendikbud Nomor 15 tentang prosedur belajar dari rumah. Sekolah harus menyiapkan apa yang harus dilakukan sebelum belajar kemudian saat pelajaran dan setelah selesai pembelajaran,” kata Asrun.

Hal tersebut, lanjut dia, wajib dilaksanakan sekolah dan pihaknya akan melakukan pemantauan guna untuk melihat SOP sekolah yang berkaitan dengan pembelajaran dari rumah. Selain membuat SOP PBM di rumah, sekolah juga harus membuat SOP PBM tatap muka, guna persiapan untuk melaksanakan PBM di sekolah.

“Ketika ada yang dinyatakan zona hijau dan siap untuk menjalankan new normal, maka sekolah-sekolah yang telah diverifikasi sudah bisa jalan PBM tatap muka. Untuk belajar dari rumah ada dua opsi yang bisa dilakukan, yaitu secara daring dan luring,” ungkapnya.

Asrun menerangkan, untuk PBM secara daring bisa menggunakan aplikasi Zoom Meeting dan Google Classroom, di mana gurunya berbicara di depan laptopnya dan siswa mengikuti dari rumah melalui handphonenya.

Sedangkan untuk PBM luring, sekolah membentuk pos-pos tugas dengan para siswa datang mengambil buku kemudian pulang ke rumahnya, lalu mengajarkan tugas yang diberikan atau guru mendatangi rumah siswa dengan mengumpulkan 5 siswa dalam satu tempat.

“Saya mengimbau kepada satuan pendidikan untuk memberikan pelayanan yang bermutu kepada peserta didik kita walaupun dengan keadaan darurat dan terbatas. Kita inginkan sistem pembelajarannya tetap bisa bermutu dan bisa memberikan pencerahan kepada peserta didik, apa lagi saat ini memasuki tahun ajaran baru,” tarangnya

Asrun juga mengatakan, untuk siswa yang baru masuk sekolah, agar diberikan pemahaman kepada orang tuanya sehingga anaknya betul-betul tetap di rumah dan tetap mendapatkan pembelajaran. “Jadi sekolah membuat SOP kemudian menyosialisasikan kepada orang tua sehingga mereka paham. Sehingga pada tanggal 13 Juli nanti proses pembelajaran tetap dilakukan dari rumah meskipun sudah ada sekolah yang terverifikasi untuk melakukan tatap muka,” pungkasnya. (ags/adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy