Sebut Wartawan yang Liput TKA Berpotensi Ditunggangi Teroris, Komandan Lanud Kendari Terlalu Berlebihan – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Sebut Wartawan yang Liput TKA Berpotensi Ditunggangi Teroris, Komandan Lanud Kendari Terlalu Berlebihan

KENDARIPOS.CO.ID — Komandan Lanud HLO Kendari, Kolonel Pnb Muzafar diminta segera meluruskan ucapannya setelah menyebut wartawan yang meliput kedatangan TKA China 1 Juli lalu berpotensi ditunggangi teroris. Statement komandan Lanud HLO Kendari dianggap terlalu berlebihan.

Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kendari, Zainal Ishak menegaskan, statemen yang dikeluarkan Komandan Lanud HLO Kendari sangat berlebihan. Ucapan tersebut tak semestinya dikeluarkan, jika hanya ingin melarang wartawan dalam melakukan peliputan. Zainal Ishak berpandangan, sejumlah wartawan yang meliput di area Bandara HLO Kendari semua bekerja secara independen, dan tak ada intervensi apalagi sampaikan dikatakan telah ditunggangi teroris.

“Kami sangat menghargai kekhawatiran Komandan Lanud dalam hal menjaga stabilitas keamanan di wilayah militer. Tapi, kalau khawatir akan ada wartawan yang ditunggangi teroris, itu kurang logis dan berlebihan sekali.Kami minta segera cabut pernyataan itu,” tuturnya.

Ketua IJTI Sultra, Asdar Zuula beranggapan hal yang sama. Secara kelembagaan, apa yang dilakukan TNI Angkatan Udara dalam menjaga keamanan sangat dihargai. Apalagi seperti yang disebut bahwa di Bandara masuk dalam wilayah teroterial militer, sehingga ditakutkan terjadi sabotase atau hal lainnya. Namun, jika mengatakan teroris akan menunggangi wartawan, itu sangat berlebihan.

Menurut Asdar, kerja jurnalistik didasarkan atas fakta yang ada. Semua dilakukan tanpa ada campur tangan pihak lain. Wartawan bertugas melaporkan informasi dan menyebarluaskan kepada publik. Jadi, apa yang dikhawatirkan bahwa akan ada penunggang gelap terhadap Jurnalis sangatlah tidak mungkin.

“Kami hargai maksudnya. Tapi, jangan juga menyebut bahwa wartawan berpotensi ditunggangi teroris. Yang jadi persoalan, kenapa harus pada liputan TKA China baru muncul isu seperti ini. Hal inilah yang kami tidak terima. Untuk itu, kami mendesak dan meminta agar Komandan Lanud Kendari mencabut perkataanya,”tuturnya.

Sebelumnya, Komandan Lanud HLO Kendari, Kolonel Pnb Muzafar memberi statement kontroversi lantaran menyebut wartawan yang meliput kedatangan TKA berpotensi ditunggangi teroris. Sehingga, hal itu yang menjadi alasan, agar TNI Lanud melarang wartawan liputan kedatangan TKA China di Bandara HLO Kendari. Hal ini diungkapkan usai mengikuti rapat Panel di Sekretariat DPRD Sultra, 6 Juli. (Ade).

Berikut pernyataan sikap AJI dan IJTI:

1. Mendesak Danlanud Haluoleo Kolonel Pnb Muzafar mencabut pernyataannya terkait wartawan ditunggangi teroris karena merendahkan profesi wartawan.

2.Pernyataan Danlanud Haluoleo Kolonel Pnb Muzafar bisa mengancam keselamatan jurnalis dan membuat stigma buruk terhadap pekerja media.

3.Mendesak Mabes TNI untuk memberi sanksi kepada Danlanud Haluoleo Kolonel Pnb Muzafar yang mengeluarkan pernyataan tidak berdasar dan berbahaya.

4.Wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, karena itu menghalangi kerja wartawan berarti melanggar UU.

5.Meminta kepada seluruh jurnalis dalam melakukan peliputan mematuhi UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalis.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy