Rp 96 Miliar di Jalur Provinsi, Oleh : La Ode Diada Nebansi – Kendari Pos
Kolom

Rp 96 Miliar di Jalur Provinsi, Oleh : La Ode Diada Nebansi

La Ode Diada Nebansi

KENDARIPOS.CO.ID — Senior? Bisa ndak kebijakan penganggaran untuk jalan provinsi dilakukan seperti juga kebijakan Corona? Dengan corona, ternyata anggaran bisa dipangkas habis. Nah, kalau pemangkasan ini tidak berisiko hukum, itu artinya, ternyata amat sangat gampang melakukan perubahan dan pembangunan secara drastis melalui refokusing anggaran. Atau, komitmen, kesungguhan dan kebulatan tekad dalam merancang sebuah bangunan dengan biaya tinggi.
Dan, saya kira sudah ada pengalaman. Tol Toronipa bisa dijadikan rujukan pembangunan “woow”.Ada keluhan jariyah masyarakat. Saban tahun mengeluh. Apa itu? Kondisi jalan provinsi. Yang paling mengeluh hingga memblokade jalan adalah masyarakat di poros Raha-Lakapera tembus Wamengkoli. Ndak pernah tuntas pembangunan di poros ini.

Adalagi. Masyarakat di poros Unaaha-Abuki-Tawanga Tua tembus Kolaka Timur. Adalagi, masyarakat di poros Kamaru-Lasalimu. Tapi, di poros ini masih relatif aman dibanding kerusakan jalan di poros Buranga-Ereke.

Lupakanlah sejenak ekses politik dalam membangun. Dahulukan dan utamakan kebahagiaan masyarakat di jalur-jalur provinsi. Korbankan anggaran secara khusus seperti juga kekhususan corona, seperti juga kekhususan Tol Toronipa, dengan nomenklatur bahwa jalur provinsi akan sangat mendukung kemajuan konektifitas destinasi wisata.

Sebagai orang yang memiliki keluarga banyak di jalur-jalur provinsi ini, misalnya, keluarga di poros Raha-Lakapera, di jalur ini ada Wa Bolu. Musim panas dia mengeluh debu, di musim hujan dia mengeluhkan lumpur.

Di jalur Ronta-Ereke, ada La Afi dan Sumarno di Desa Lambale yang keluhannya juga sama. Jalanan rusak parah.

Di poros Abuki-Latoma hingga Tawanga Tua di Kolaka Timur, ada bapaknya Arbai di Tawanga yang mengeluhkan jalan hanya bisa dilewati kendaraan double handle.

Di poros Kamaru-Lasalimu, ada La Minzana yang mengeluhkan jalanan sempit yang diapit gunung dan jurang.

Cobalah dilakukan refokusing anggaran. Kalau tak adalagi target politik, ya, hitung-hitung untuk ibadah dengan membahagian orang-orang di sekitar itu. Kalau pun ternyata masih memiliki target politik, saatnya sekarang Senior.

Ada cara ekstrem untuk refokusin anggaran. Begini. Anggaran di setiap dinas yang kalau dibekukan tak membuat rakyat mati, tak membuat rakyat kelaparan, tak membuat rakyat susah hidupnya, mbok ya sekali-sekali dibekukan.

Supaya tak didemo, ya sisakan gajinya saja. Biarlah mereka makan gaji buta ketimbang menghabiskan anggaran lebih besar lagi namun hasilnya tak membawa dampak. Orang Jakarta bilang: kagak ngaruh. Ya, bekukanlah anggaran dinas itu barang satu dua tahunlah. Toh, selama ini boleh dikata, anggaran habis, hasilnya, rakyat begitu-begitu saja.

Ada yang berubah ke arah sejahtera, tapi hanya Kadis dan PPK-nya yang sejahtera belaee. Tapi, alinea di atas ini hanyalah ungkapan keputus-asaan. Sudah begitu lama rakyat mendambakan mulusnya jalan.

Untuk menyemangati refokusing anggaran untuk membiayai poros-poros jalan provinsi ini, dapat didekati dengan rumus ekonomi bahwa membangun jalan aspal akan memacu pertumbuhan dan menimbulkan peluang bisnis baru. Cobalah sekali ini gelontorkan anggaran dalam rangka membangun jalan provinsi yang ideal.

Berita yang menyebutkan bahwa pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang menggelontorkan anggaran Rp 96 Miliar untuk beberapa ruas jalan provinsi, patut diapresiasi. Tapi, penganggaran yang tak fokus sesungguhnya tak menyelesaikan masalah. Agar masalahnya selesai, fokuskan anggaran. Lakukan kebijakan anggaran seperti juga kebijakan corona. Toh, tidak melanggar hukum. (nebansi@yahoo.com)

Penulis : La Ode Diada Nebansi (Direktur Kendari Pos)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy