Rp 48 Miliar Dialokasikan untuk Muna, Tiga Program Pemberdayaan Mulai Berjalan – Kendari Pos
Muna

Rp 48 Miliar Dialokasikan untuk Muna, Tiga Program Pemberdayaan Mulai Berjalan

KENDARIPOS.CO.ID — Kabupaten Muna kembali mendapat alokasi dana senilai Rp48 miliar untuk tiga program pemberdayaan dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Program tersebut antara lain kota tanpa kumuh (Kotaku) penyediaan air minur dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsinmas) serta pengembangan infrastruktur, sosial, ekonomi wilayah (Pisew). Tiga program itu baru saja ditinjau oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sultra, Mustaba bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan. Kunjungan itu didampingi Bupati Muna, LM. Rusman Emba.

Mustaba menerangkan, ketiga program memiliki peruntukan tersendiri dan tersebar di beberapa wilayah. Misalnya, program Kotaku menyasar pemberdayaan masyarakat perkotaan melalui program yang dikelola mandiri. Program itu dialokasikan pada lima kelurahan yaitu Raha I, Raha II, Wamponiki, Watonea dan Fookuni. Setiap kelurahan diplot Rp 1 miliar. Sedangkan Pamsimas dialokasikan untuk mengatasi krisis air bersih di lima desa antara lain Loghiya, Kombungo, Labunti dan Lamaeo. Total dananya Rp 1 miliar lebih. Alokasi terbanyak diterima program Pisew yang tersebar di lima kecamatan. Antara lain Lohia, Lasalepa, Kabawo, Maligano dan Wakorumba Selatan. Program itu bertujuan penataan infrastruktur wilayah semisal jalan usaha tani. Total dananya Rp 42 miliar.

Mustaba menerangkan ketiga program tersebut bersifat pemberdayaan. Baik usulan kegiatan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dilakukan langsung oleh mesyarakat. Balai kata dia, hanya mengutus pendamping teknis agar pengelolaan program efektif. “Total alokasi di Muna Rp 48 miliar. Karena ini pemberdayaan, outputnya harus jelas. Belanjakan uang untuk pembangunan yang asas manfaatnya luas,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Komisi V DPR RI Ridwan Bae meminta Pemkab Muna mengidentifikasi kawasan kumuh lain agar diusulkan meneria program serupa. Termasuk pula mendata wilayah pedesaan yang membutuhkan air bersih dan infrastruktur kewilayahan. Misalnya penataan pantai Lagasa maupun wilayah Batalaiworu. Ia berkomitmen membantu daerah di Sultra agar mendapat alokasi dana untuk program pemberdayaan. “Program yang ada dikelola baik dulu. Saya ingin kota ini ditata dengan baik. Selanjutnya akan diperjuangkan lebih banyak lagi,” tuturnya.

Legislator bidang infrastruktur itu meminta masyarakat mengelola anggaran secara berkeadilan. Selain memiliki asas manfaat luas, sistem pengelolaanya harus memibatkan masyarakat setempat. Sebab selain mengatasi masalah infrastruktur, program itu harus dikerjakan secara mandiri oleh warga lokal. “Jangan justru jadi bahan untuk berselisih,” ungkapnya.

Bupati Muna, LM. Rusman Emba sendiri menyebut selain pemberdayaan, otoritanya juga membutuhkan program penanganan banjir. Sebab sebagian wilayah perkotaan masih kerap langganan luapan air. Dirinya membutuhkan bantuan pusat karena keterbatasan APBD. Kendati demikian, ia bersyukur sebab tiga program yang mulai berjalan saat ini akan berdampak pada pembangunan wilayah dan masyarakat. Ia mengapresiasi Wakil Ketua Komisi V, Ridwan dan juga Balai yang terus memberi perhatian ke otoritanya. “Kami membutuhkan bantuan semua pihak karena Muna tidak bisa dibangunan dengan mengandalkan APBD sendiri,” imbuhnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy