Rencana Pengembangan Kelor Muna Disusun – Kendari Pos
Muna

Rencana Pengembangan Kelor Muna Disusun

KENDARIPOS.CO.ID — Direktorat Jenderal Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi baru saja melakukan survei lapangan terhadap potensi pengembangan tanaman kelor yang menjadi produk unggulan kawasan perdesaan (Prudes) di Kabupaten Muna. Tim Direktorat bersama pihak investor rencananya akan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra pengembangan. Tim Dikretorat meninjau dua kawasan perdesaan prioritas nasional di Muna yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional periode 2019 – 2024 yakni Kecamatan Kontunaga dan Kabawo. Tim melakukan asesmen pada potensi kelor, kesiapan BUMDes sebagai pengelola dan dukungan kebijakan daerah selama tiga hari. Hasil asesmen akan menjadi bahan menyusun rencana aksi pengembangan secara terpadu.

“Action plant ini akan menjadi rujukan bersama baik pemerintah, petani dan mitra bisnis,” kata Pujiono, Kepala Seksi Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kemen-PDTT. Konsep pengembangan kelor menjadi Prudes itu akan memanfaatkan peran BUMDes atau BUMDes Bersama (Bumdesma) sebagai mitra bisnis utama masyarakat. Makanya hal terpenting dalam rencana aksi tersebut ialah ketahanan BUMDes baik permodalan maupun manajemen. Direktorat meminta Pemkab Muna agar membentuk satu forum bersama yang terdiri dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan UMKM dan Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan. Tugasnya melakukan pendampingan BUMDesma baik penguatan manajemen melalui pelatihan, akses permodalan ke Perbankan, maupun bantuan mesin dan perlatan.

Untuk sementara, BUMDesma dapat memanfaatkan sarana bantuan Kementerian yakni pasar rakyat kawasan perdesaan di Kontunaga dan Gudang di Parigi. “Nantinya, usaha ini bukan saja kelor tetapi bisa merambah ke jagung kuning maupun mete,” terangnya. Kepala Dinas TPHT Kabupaten Muna, Anwar Agigi menyebut potensi kelor di Muna mencapai 97.000 pohon. Selain di Kontunaga dan Kabawo, sebarannya berada di seluruh kecamatan terutama Lohia, Duruka maupun Watopute.

Sayangnya, statusnya selama ini hanya sebagai tanaman pekarangan yang diolah menjadi sayur saja. Kerja sama dengan Direktorat dan perusahaan tersebut dalam rangka menyiapkan industrialisasi kelor. Muna akan menyuplai kebutuhan perusahaan baik bahan setengah jadi berupa serbuk kelor maupun produk rumahan seperti Teh Kelor Te Wuna. “Kelor akan menjadi komoditas andalan baru kita,” imbuhnya, kemarin. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy