Program Beasiswa Buton Cerdas Disorot, Pak Kadis : Tidak Ada Masalah – Kendari Pos
Buton

Program Beasiswa Buton Cerdas Disorot, Pak Kadis : Tidak Ada Masalah

KENDARIPOS.CO.ID — Dalam sepekan terakhir, Dinas Pendidikan Kabupaten Buton menjadi sorotan publik. Program Beasiswa Buton Cerdas yang diluncurkan sejak tahun 2018 lalu dianggap bermasalah. Mulai dari tidak adanya peraturan bupati yang menjadi standar acuan, hingga kecurigaan publik adanya praktik kolusi dan nepotisme dalam proses seleksi penerimanya. Sebab, sejumlah nama ditemukan ber-KTP selain Buton.

Menanggapi aksi protes yang dialamatkan pada Diknas itu, DPRD Buton sudah menggelar rapat dengan pendapat (RDP) beberapa waktu lalu. Dewan pun menyayangkan ada pencairan beasiswa tanpa didasari peraturan bupati (Perbup). Sebab anggaran itu berasal dari APBD. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton, Harmin, menuturkan, Ia tak setuju jika disebut mengeluarkan dana beasiswa tanpa acuan hukum. Pelaksanaan program beasiswa tahun 2018 dan 2019 dipastikannya tidak ada masalah. “Jadi tidak ada masalah,” terangnya.

Menurutnya, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 95 tahun 2013 tentang beasiswa unggulan dan prestasi dan Peraturan Pemerintah nomor 48 tahun 2008 terkait pedoman pendidikan beasiswa prestasi dan tidak mampu, sudah cukup menjadi pedoman. “Saat itu kita sangat butuh tenaga kesehatan dan dokter spesialis. Kita cari aturannya, dan itu ada. Lalu karena mendesak jadi kita lakukan,” jelas Harmin saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, barulah tahun ini, pihaknya mendapat instruksi dari BPK untuk membuat peraturan bupati (Perbup). Itu karena ada penambahan kuota dari profesi berbeda. “Nanti tahun 2020 ini kita siapkan juga untuk jurusan umum. Sehingga oleh BPK dianjurkan kita pakai Perbup itu,” tambahnya. Payung hukum itu sudah diajukan sejak Maret 2020 lalu. Namun progresnya tidak segera selesai, karena situasi pandemi Covid-19. Sementara mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi sudah membutuhkan biaya kuliah, seiring dengan pergantian semester.

“Pencairannya itu bukan ke kita, tapi dari Bagian Keuangan langsung ke rekening penerima. Bahkan khusus yang kuliah pariwisata, itu ke rekening perguruan tingginya di Batam,” ungkapnya. Sayangnya, Harmin mengaku lupa soal total anggaran dan jumlah penerima beasiswa itu. Ia hanya menegaskan jika semua penerima diberikan surat pernyataan untuk bertugas di Buton jika sudah menyelesaikan studi. “Selama mahasiswanya siap bertugas di sini, kita buatkan pernyataan, tidak akan pindah dalam kurun waktu tertentu,” pungkasnya.

Bupati Buton, La Bakry, mengaku sudah mendengar riak-riak perdebatan tentang program beasiswa itu. Ia menjelaskan, niatan Pemkab meluncurkan beasiswa itu demi kepentingan sumber daya manusia (SDM) masyarakat Buton. Belajar dari pengalaman lalu, bahkan hingga saat ini banyak dokter yang “melarikan diri” dari pengabdiaannya di Tanah Wolio. Makanya muncul ide memberikan beasiswa itu.

“Membangun itu kan harus ada niat, kemudian proses, lalu outputnya seperti apa. Ini sekarang yang dipermasalahkan prosesnya, soal aturannya. Itu ada. Kan sudah ada Perdanya, buktinya sudah di APBD-kan, artinya anggarannya ada. Soal Perbup itu kita lengkapi, bahwa memang ada alasan teknis termasuk keterlambatan karena itu tadi (corona),” paparnya. Hal terpenting adalah, beasiswa itu tidak menyalahi aturan. Kemudian komitmen pengabdian pada daerah itulah yang dipegang. “Kita inginkan mereka bisa 20 tahun nanti di sini, supaya Buton ini tidak kekurangan dokter lagi, tenaga kesehatan dan pelaku wisata,” tegas La Bakry. (b/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy