Pohara Tak Selaju Toronipa, Oleh : La Ode Diada Nebansi – Kendari Pos
Kolom

Pohara Tak Selaju Toronipa, Oleh : La Ode Diada Nebansi

La Ode Diada Nebansi

KENDARIPOS.CO.ID — Pernah ke Toronipa dalam satu semester terakhir? Kalau belum, ya, ke sanalah. Rasakan kemajuannya. Rasakan perubahannya. Rasakan tol-nya. Nikmati pemandangannya. Mau berlama-lama di jalan dua jalur empat ruas itu juga boleh. Mau pakai masker boleh, tak pakai masker juga boleh. Mau heran juga boleh.

Pernah melintas di Pohara dalam enam bulan terakhir? Kalau belum, ya, ke sanalah. Rasakan antreannya. Rasakan jengkelnya. Rasakan perubahannya. Mau muring-muring boleh, menggerutu juga boleh. Pohara tak selaju Toronipa. Pohara lambat. Toronipa laju. Apanya yang bikin lambat. Dan, kenapa bisa laju. Mengerjakan jalur panjang laju, mengerjakan jalur pendek, dan boleh dikata kerja di tempat, kok lambannya minta ampun.

Saya tidak tahu, apakah kelajuan Toronipa karena di sana ada Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) sedangkan di Pohara mungkin ada Tim Gaugau Untuk Percepatan Pembangunan (Tegeu PP). Saya tidak tahu. Atau, bahasa saya yang memang tak cocok untuk membahas proyek konstruksi? Entahlah.

Kalau gitu, coba jelaskan kenapa Toronipa laju. Jelaskan pula, kenapa Pohara lambat. Dari sisi konstruksi, sepertinya sama rumitnya. Sama-sama menebas gunung. Sama-sama dekat air. Sama-sama melewati jalur tender. Kenapa progresnya beda? Mungkin saya yang salah. Atau, bahasa saya yang memang tak cocok untuk membahas proyek konstruksi. Entahlah.

Andai project itu berupa pekerjaan deker di poros-poros kampung yang dikerjakan berbulan-bulan, cukup alasan untuk menjelaskan sebab keterlambatannya. Misalnya, kenapa proyek deker terbengkalai? Karena kontraktornya tim sukses kepala daerah Pak. Makanya, beritahu kepala daerah, jangan sekali-kali memberikan pekerjaan proyek kepada tim sukses karena tak ada jaminan kualitas termasuk ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan sesuai kontrak.

Tapi mereka capek berjuang? Kalau gitu, kasi fee saja. Untuk suatu pekerjaan yang berkaitan dengan orang banyak, serahkan pada ahlinya atau mereka yang memiliki profesi untuk itu. Salah satu faktor penyebab menurun dan meningkatnya trust pemerintah di mata rakyat adalah hal-hal seperti ini.

Contohnya yang Toronipa dan Pohara. Toronipa dipuji, Pohara digerutu. Karena itu, saya kira, tak jelek-jelek amat jika urusan yang gini-ginian juga disundul oleh TGUPP. Walau tak berisiko hukum, tapi paling tidak, telinganya kontraktor terganggu, perasaan kontraktor seolah terus ditrigger dalam rangka percepatan pembangunannya.

Bukankah tak imbang rasanya jika kebanggaan Toronipa luntur hanya karena Pohara. Kebanggaan Pohara luntur karena ulah kontraktor. Bukan ulah kontraktor tapi ulahnya hujan yang tidak barenti barenti. Ooh, gara-gara itukah. Kalau itu saya menyerah. (nebansi@yahoo.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy