Penyaluran KUR di Sultra Turun Drastis – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Penyaluran KUR di Sultra Turun Drastis

Pedagang di Pasar Sentral Kota Kendari, beberapa waktu lalu.


KENDARIPOS.CO.ID — Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada bulan Maret 2020 tercatat sebesar Rp 222,08 miliar atau mengalami perlambatan 10,47 persen dari bulan sebelumnya. Sementara, data terakhir menunjukkan terjadi penurunan drastis penyaluran KUR pada bulan Mei 2020 yang hanya mencapai Rp 39,92 miliar.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra), Moh. Fredly Nasution mengatakan, dari Agustus 2015 sampai dengan 20 Juli 2020, penyaluran KUR di Sultra sebesar Rp 6,87 triliun dengan outstanding Rp 2,6 triliun sedangkan dari Januari 2020 sampai 20 Mei 2020 mencapai Rp 846,72 miliar.

“Penyaluran KUR di Sultra mulai mengalami perlambatan pada bulan Maret 2020 sebesar 10,47 persen. Di bulan Mei, penyaluran KUR mengalami penurunan drastis,” ujar Fredly, kemarin.

Diuraikan, porsi penyaluran KUR sektor produksi atau non perdagangan pada tahun 2020 baru sebesar 57 persen. Angka ini masih di bawah target sektor produksi tahun 2020 yaitu minimal 60 persen. Kendati demikian, KUR di sektor produksi diketahui mulai meningkat sejak tahun 2019. Berbanding terbalik dengan KUR di sektor perdagangan yang justru mulai menurun pada periode tersebut.

Di sisi lain, penyaluran kredit Ultra Mikro (UMi) oleh Pegadaian dari tahun 2017 sampai tahun 2020 mencapai Rp 14,63 miliar sedangkan oleh Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM) mencapai Rp 25,93 miliar.

Dari data tersebut, kata Fredly, terlihat bahwa sektor yang dominan dibiayai oleh KUR di Sultra adalah sektor perdagangan. Sementara sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor juga mengalami kontraksi pada Triwulan I 2020 sebagai dampak dari pandemi. Sektor perdagangan besar dan eceran juga reparasi mobil dan sepeda motor hanya mampu tumbuh sekitar 2 persen secara yoy.

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, terdapat 17.256 UKM yang terdampak Covid-19. Mengingat peran UMKM yang sangat penting dalam menopang perekonomian daerah maupun nasional, OJK meminta perbankan, Pegadaian, PNM dan PUJK terkait lainnya agar mendukung program subsidi bunga UMKM yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 85 /PMK.05/2020 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga/Subsidi Margin untuk Kredit/Pembiayaan Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah dalam rangka Mendukung Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Harapannya, UMKM dapat terbantu dan terus tumbuh di tengah pandemi serta menjaga stabilitas sistem keuangan sehingga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara kita, khususnya di Sulawesi Tenggara,” pungkas Fredly. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy