Pendidikan Apa Kabarmu? Oleh : Prof. Hanna – Kendari Pos
Kolom

Pendidikan Apa Kabarmu? Oleh : Prof. Hanna

Prof. Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Pendidikan kita semakin hari semakin sehat. Hal ini terbukti inovasi pemerintah Kota Kendari membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk TK, SD dan SMP, mulai 29 Juni 2020. PPDB sepenuhnya digelar melalui mekanisne dalam jaringan (daring). PPDB tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu perbedaan mendasar adalah sistem zonanisasi yang mengakomodir seluruh kebutuhan elemen masyarakat.

Berdasarkan ketentuan dalam Juknis PPDB Kota Kendari tahun 2020, ada empat jalur pendaftaran yang dapat dipilih oleh calon peserta didik SMP (zonasi, afirmasi, pindah tugas orang tua, dan prestasi) dan tiga jalur untuk SD (zonasi, afirmasi, dan pindah tugas orang tua). Tentu saja diharapkan, seluruh penyelenggara PPDB di tingkat satuan pendidikan agar selama pelaksanaan PPDB tidak diskriminatif dan senantiasa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes).

Tentu saja sistem yang ditempuh pemerintah tahun ini menjawab kekhawatiran masyarakat tentang kepuasan dari ketidakpastian. Masalah pendidikan boleh dikatakan rumit karena adanya dua kecenderungan. Pertama, kepentingan pemerintah dalam mewujudkan UUD 1945, yakni mencerdasakan kehidupan bangsa. Kedua, sekolah sebagai tempat mewujudkan UU tersebut. Dalam mengelola pendidikan diharapkan masyarakat agar nilai-nilai transparansi sehingga mau tidak mau peran teknologi menjadi satu pilihan yang tepat dan mengindahkan nilai-nilai kesejawatan, kekeluargaan dan persahabatan.

Saya melihat bahwa kemampuan sekolah dalam mengembangkan misinya belum merasakan otonomi yang sesungguhnya untuk mencapai tujuan pendidikan sesuai manajemen sumber daya sekolah berdasarkaan standar yang telah ditentukan oleh sekolah tersebut. Namun kekhawatiran yang muncul jika otonomi seluruhnya diserahkan ke sekolah, risikonya adalah perubahan yang diharapkan akan menghasilkan unstandardised karena kerangka acuan pasti berbeda.

Dalam beberapa dekade ini, teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan pendidikan dan peran guru serta fasilitas sekolah yang sudah terbilang mahal, sepertinya sudah tidak mampu lagi untuk mengakomodir kebutuhan akan heterogenitas pengetahuan dengan melibatkan lembaga dan unsur-unsur lainnya akibat perubahan paradigma tersebut. Perubahan paradigma beralih ke teknologi, guru tidak bisa hanya menunggu lonceng belajar dimulai, tetapi sudah saatnya guru harus tampil dengan kompetensi yang baru dengan cara melatih diri untuk mendapatkan informasi dan menggunakanya secara praktis.

Dalam kondisi kita berada dalam multibudaya, tentu saja rujukan kita dalam mendidik adalah menanamkan nilai-nilai karakter dan pengetahuan pada siswa sebagai sumbangan sekolah pada kohesi sosial. Perlu dipahami bahwa di era milenial ini, cara siswa kita dalam memperoleh pengetahuan tidak sama dengan cara kita puluhan tahun yang lalu.

Cara pemerolehan pendidikan saat ini sudah diambil alih oleh proses teknologi dengan cara ditempuh oleh individu, bukan lagi didominasi oleh peran keluarga dan sekolah sebagai mediator pengetahuan terhadap populasi siswa yang semakin heterogen. Sehingga membutuhkan analisis matang tentang mau dibawa kemana anak didik ini lewat teknologi.

Dalam abad teknologi saat ini, peran guru sangat penting dalam menentukan setiap proses perubahan yang sangat urgen adalah proses perubahan profesi pengajaran sebagai suatu tindakan untuk kreativitas, pemikiran inovasi dan tindakan interaksi dalam proses komunikasi satu sama lainnya guna pengembangan intelegensi mereka memasuki abad 21, abad revolusi industri 4.0. Di mana industri adalah proses produksi yang terjadi di seluruh dunia dengan mengombinasikan tiga unsur penting, yakni manusia, mesin/robot, dan big data yang akan menggerakkan seluruh produksi menjadi lebih efektif serta lebih cepat dan masif.

Dalam menghadapi tantangan yang besar ini, maka seluruh mitra pendidikan dituntut untuk berubah. Untuk itu, salah satu cara dalam menghadapi revolusi industri 4.0 adalah adanya kesadaran pelajar dalam menguasai keahlian atau skill untuk melahirkan tenaga kerja yang profesional. Sistem pendidikan yang dapat menjawab tantangan itu, sistem pendidikan vokasi berbasis kompetensi yang bersinergi dengan industri, yakni pendidikan yang mampu mencetak tenaga kerja dengan kemampuan khusus sesuai kebutuhan industri.

Pembelajaran abad 21 bercirikan learning skill, skill, dan literasi. Learning skill yaitu kegiatan pembelajaran yang di dalamnya ditandai dengan adanya kerja sama, komunikasi, serta berpikir kritis dan kreatif. Pembelajaran abad 21 juga bisa dikatakan sebagai sarana mempersiapkan generasi abad 21. Pembelajaran abad 21 secara sederhana diartikan sebagai pembelajaran yang memberikan kecakapan abad 21 kepada peserta didik, meliputi: (1) Communication (2) Collaboration, (3) Critical Thinking and problem solving, dan (4) Creative and Innovative.

Konsep itu senada dengan pemikiran Taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Krathwoll dan Anderson, bahwa kemampuan yang perlu dicapai siswa bukan hanya LOTS (Lower Order Thinking Skills) yaitu C1 (mengetahui) dan C-2 (memahami), MOTS (Middle Order Thinking Skills) yaitu C3 (mengaplikasikan) dan C-4 (mengalisis), tetapi juga harus ada peningkatan sampai HOTS (Higher Order Thinking Skills), yaitu C-5 (mengevaluasi), dan C-6 (mengkreasi).

Selain itu, dalam pembelajaran abad 21, kurikulum yang dikembangkan menuntut sekolah mengubah pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher centered learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peseta didik (student centered learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan masa depan, peserta didik harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar dengan standart yang berbasis HOTS. Mengapa demikian? Karena K-13 mengamanatkan penerapan pendekatan saintifik (5M) yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/ mengasosiasikan, dan mengomunikasikan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy