Pemikiran Cerdas Seorang Kery Saiful Konggoasa, Oleh : Prof. Hanna – Kendari Pos
Kolom

Pemikiran Cerdas Seorang Kery Saiful Konggoasa, Oleh : Prof. Hanna

Prof. Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Seperti yang sudah ditulis lewat tulisan Gadis edisi pekan lalu, harapan kesederhanaan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa telah mampu membawa pengingkatan kesejahteraan Konawe ke tingkat internasional memang perlu kita acungkan jempol. Betapa tidak, seorang Kery telah mewujdkan kegigihannya menyekolahkan rakyatnya, walaupun ia hanya tamat SMA. Kery berpikir cerdas dan bisa menyejahterakan serta memberikan rasa aman untuk rakyatnya.

Sebagai seorang yang tamat SMA tentu saja pemikirannya pun sederhana, namun dibalik pemikiran sederhana itu muncul segudang pemikiran mendunia. Kery bertutur kepada kami, bahwa sebelum ia menjadi Bupati Konawe, terkadang ia menjadi bahan tertawaan rekan-rekannya karena ia tidak mengenal dolar sebagai alat transaksi jual beli. Ia hanya kenal rupiah sehingga terkadang merepotkan dalam perjalanan. Kery takut naik pesawat.

Namun dibalik semua itu, Kery punya kemampuan manajemen mengelola Konawe dan kini dirasakan masyarakatnya. Pengangguran hampir dikatakan sudah tidak ada, kata salah seorang masyarakat. Dalam diskusi saya dengan beliau, tersirat bahwa dalam memimpin Konawe, Kery menerapkan pesan kedua ayahnya, bahwa hidup perlu bermakna, yakni apakah masyarakat sudah makan, apakah sudah sehat dan apakah masyarakat sudah berpendidikan?.

Dari pesan inilah, seorang Kery menjadikan Konawe sebagai lumbung beras Sulawesi Tenggara (Sultra). Produksi padi dan sayuran disuplai ke beberepa provinsi di Indoensia. Pada aspek kesehatan, Kery telah membangun rumah sakit megah dan menjadi rumah sakit rujukan. Sedangkan di bidang pendidikan, Kery menggenjot kualitas pendidikan di Konawe.

Sedangkan pesan ibunya adalah rezeki yang diperoleh dibagikan kepada orang lain. Pesan ini diwujudkan Kery melalui sedekah. Sejak menjadi Ketua DPRD Konawe hingga menjadi Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa sering membagikan gajinya untuk masyarakat. Kery sering tak menikmati gajinya. Menurutnya, suatu kenikmatan jika ia bersedekah dari penghasilannya.

Pesan kedua ibunya, bahwa jangan menceritakan kejelekan orang lain ia wujudkan lebih banyak bekerja daripada duduk bercerita. Menurutnya rapat biasanya hanya menceritakan kejelekan orang lain jadi lebih baik banyak membantu masyarakat lemah, dan pesan itulah diturunkan kepada anak-anaknya dan anak-anak Kery sudah rata-rata berhasil dan tidak pernah kita dengar mereka membuat keonaran dan keributan di masyarakat.

Kery mengajari anak-anaknya dengan perbuatan yang baik, sebagaimana ia lakukan dengan menghormati saudara-saudaranya yang tertua, yang dikasihi melalui komunikasi yang baik dan beretika, sehingga malam itu tampak suasana keakraban dan kekeluargaan yang sangat mendalam dan jarang ditemui ditempat lain. Apa yang menjadi pemikiran seorang Kery adalah ingin menyatukan masyarakat Sultra dalam suatu program.

Saat kami santai dan malam pun sudah larut, sambil menunggu hujan reda, salah seorang teman saya bertanya kesiapan beliau untuk masuk bursa gubernur ? Kery hanya senyum sambil berkata, “sudah banyak tokoh yang meminta saya maju, saya hanya katakan masih ada senior yang lebih layak dan perlu didukung, tetapi saya orang politik yang ingin melihat Sultraini terbangun secara terpadu berbasis lokal yang mengedepankan environmental sustainable development, jika senior saya mengizinkan dan dukungan masyarakat serta dapat rida Allah SWT mungkin seperti itu, tapi kita tunggu Tuhan yang akan mengatur hamba-Nya,” ujarnya.

Cerita masa lalu Kery memang menarik disimak, dan paling menarik adalah cerita kepemimpinan masa depan. Ia banyak mengeluarkan ide-ide konyol namun benar dalam kondisi saat ini. Ia termasuk pemimpin yang biasa mengeluarkan kritikan pedas demi menjaga keberlangsungan pembangunan demi masyarakat. Baginya pelayanan prima dalam teori itu adalah memberikan pelayanan utama kepada masyarakat, kesehatan, pendidikan kesejahteraan rakyat dan keamanan.

Jika kita perhatikan kondisi saat ini mungkin juga benar kata beliau melalui dikusi-diskusi panjang dengan kami. Diskusi bersama Pak Kery tidak akan ada habisnya, karena ia seorang pemikir cerdas yang tak henti-hentinya mengeluarkan pemikiran baru yang diselingi dengan humor dan candaan dalam bahasa Tolaki kental, membuat suasana nyaman.

Ceritanya tidak direkayasa untuk menyenangkan orang lain, tetapi orang lain yang menyenangi ceritanya. Menurutnya ia bukan penjaga kantor bupati tetapi ia hadir di Konawe untuk menyejahterakan, menyehatkan masyarakat dan mendidik masyarakat melalui pelayanan yang aplikatip bukan teoritis.

Kita ketahui bahwa ia adalah Bupati Konawe tetapi dalam bertutur dan dan berperilaku, ia adalah seorang rakyat biasa yang sama dengan masyarakat lainnya, yang tampak bupati adalah karena uniformnya, karena kesederhanaannya. Ia mengakui bahwa beberapa pemikir dari Kendari yang ia kagumi dan sering berbeda pendapat dengan pendahulunya serta beberapa pemimpin lainnya, namun ia memahami bahwa perbedaan pendapat itu wajar, selama itu tetap memiliki visi misi yang sama. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy