Pelayanan Tim Gugus Covid-19 Dikeluhkan – Kendari Pos
Wakatobi

Pelayanan Tim Gugus Covid-19 Dikeluhkan

KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak 73 eks penumpang kapal feri KM Bahteramas dari Baubau, telah dikarantina pada lokasi yang telah ditetapkan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wakatobi. Sementara pasien positif yang berasal dari Pulau Tomia yang juga eks penumpang telah di isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wakatobi. Akibat peristiwa tersebut, sejumlah penumpang merasa telah dirugikan. Mengingat tidak ada informasi terkait adanya seorang penumpang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berada di atas kapal bersama mereka. Penumpang menyayangkan pihak kapal dan pelabuhan tidak memberikan informasi secara terbuka pada penumpang sehingga kapal feri tetap diberangkatkan.

“Setelah tiba di Pelabuhan Feri Wanci, barulah informasi ini kami ketahui. Bahwa ada seorang ibu yang terkonfimasi positif bersama kami di atas kapal yang berangkat dari Kamaru menuju Wangiwangi. Itupun informasinya kami terima dari tim Gugus Tugas Wakatobi,” keluh salah seorang eks penumpang kapal Feri, Wahyu. Namun, tak hanya itu, ia mengaku keberatan dengan penanganan yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Wakatobi. Ia menuding tim itu telah menyalahi aturan.

Kesalahan pertama bahwa revisi undang-Undang tentang pedoman penanganan covid untuk OTG harus dirapid test pada hari pertama dan dikarantina mandiri di rumah. Tapi yang terjadi, kami di karantina khusus namun belum dirapidt tes,” kritik pria asal Sampolawa, Kabupaten Buton itu.

Seluruh eks penumpang KM Bahteramas dikarantina pada salah satu gedung SD di Wangiwangi. Kecuali pasien positif yang saat ini diisolasi di RSUD Wakatobi. Sementara 15 ABK di karantina di atas kapal.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wakatobi, Muliaddin Anis, mengatakan, sebenarnya setelah lima hingga seminggu terpapar atau kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif covid, akan dirapid test. Lalu sampai 14 hari dites lagi untuk kedua kalinya.“Untuk mengefektifkan waktu atau agar cepat kita tahu OTG ini terpapar atau tidak, maka lima hari kita langsung tes swab bukan lagi rapid. Karena kalau dirapid, pasti harus swab lagi. Jadi, kita langsung swab karena riwayat perjalanan mereka bersama satu kapal dengan pasien positif. Kita tidak tahu bagaimana interaksi mereka atas kapal,” argumen Muliaddin Anis.

Sekadar diketahui, seluruh eks penumpang kapal feri dikarantina di SD 2 Pongo, Kecamatan Wangiwangi. Selain tempat tidur, makanan dan vitamin juga disiapkan Satgas Penanganan Covid-19 Wakatobi. Sementara 15 ABK saat ini dikarantina di atas KM Bahteramas. (b/thy)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy