Okupansi Penerbangan Domestik Masih Rendah – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Okupansi Penerbangan Domestik Masih Rendah

Lanud Hlo dan Polairud Polda Sultra melakukan penyemprotan disinfektan di Bandara Udara Haluoleo, beberapa waktu lalu.

KENDARIPOS.CO.ID — Pergerakan pesawat di masa new normal tidak begitu mendongkrak okupansi. Penerbangan dari dan menuju Kota Kendari belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Branch Manager PT Garuda Indonesia Branch Office Kendari, Syaiful Bahri mengungkapkan, tingkat isian (okupansi) maskapai Garuda Indonesia di Bumi Anoa rata-rata 25 hingga 30 persen perhari.

“Garuda sudah terbang daily (harian) beberapa waktu lalu namun belum ada peningkatan yang signifikan. Okupansi harian rata-rata 25 sampai 30 persen,” ujar Syaiful kepada Kendari Pos, Senin (13/7).

Dijelaskannya, kondisi tersebut kemungkinan disebabkan oleh biaya rapid test yang mahal, kewajiban mengisi Surat Izin Keluar Masuk (SKIM) bagi penerbangan tujuan Jakarta, tak ada keperluan yang mendesak atau urgent sehingga masyarakat membatasi bepergian keluar daerah menggunakan pesawat, belum adanya kebijakan dinas keluar kota dari instansi pemerintah, dan sebagainya.

“Terkait rapid test, belum lama ini pemerintah telah menetapkan standar biaya maksimal Rp 150 ribu sehingga lebih meringankan beban penumpang. Semoga dengan turunnya harga rapid test, ada dampak positifnya (untuk okupansi),” harapnya.

Saat ini, kata Syaiful, penerbangan Garuda Indonesia untuk rute Kendari-Makassar maupun Kendari-Jakarta dibuka setiap hari selain Sabtu. Namun, jika tingkat isian di bawah 20 persen, maka penerbangan dibatalkan.

“Biasanya kita infokan H-2 kepada para penumpang,” pungkasnya.

Di lain pihak, pesawat Lion Air juga kini beroperasi setiap hari meskipun jumlah penerbangan menurun cukup tajam. Dari yang sebelumnya 12 flight perhari menjadi 5 flight. Dengan penerbangan pada jam 07.00 lt ke Makasar, jam 10.30 lt ke Jakarta, jam 11.20 lt Jakarta via Makasar, jam 15.00 lt Jakarta via Makasar, dan jam 11.20 lt ke Wakatobi.

“Untuk pesawat dengan kapasitas seat 189 bisa terisi 150 dan kursi tengah kami kosongkan untuk physical distancing. Jadi, rata-rata perhari bisa sampai 750 jumlah penumpang berangkat dan tiba. Biaya rapid test yang dikeluarkan Lion Air hanya Rp 95.000/penumpang,” ungkap Airport Manager Lion Air Kendari, Dedy Asrianto, kemarin. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy