Merawat Pancasila, Oleh : Prof. Eka Suaib – Kendari Pos
Kolom

Merawat Pancasila, Oleh : Prof. Eka Suaib

Dosen Fisip Universitas Halu Oleo, Prof. Eka Suaib

KENDARIPOS.CO.ID — Pancasila diharap terus abadi bahkan menjadi ideologi alternatif dunia. Hal itu diungkapkan oleh Bung Karno di depan sidang umum PBB September 1960. Bagi Indonesia sendiri, setiap tahun ada 2 momen penting peringatan tentang Pancasila. 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila. 1 Oktober sebagai hari Kesaktian Pancasila.

Jika membicarakan Pancasila, perlu untuk menjadikan Yudi Latif, melalui berbagai karya ilmiah dan saluran youtube dengan amat cemerlang mengulas tentang Pancasila. Terakhir, Yudi Latif melalui saluran youtube menguraikan kaitan antara Islam dengan Pancasila. Saluran youtube itu disampaikan pada acara Haul ke-13 wafatnya Cak Nur.

Melalui saluran youtube tersebut, nampak bahwa masih kuatnya kekhawatian sebagian kalangan bahwa Pancasila haris diwujudkan dalam sebuah undang-undang (UU). UU yang menegaskannya bahwa sbagai haluan negara hendak mengatur bagaimana lembaga-lembaga negara dan pemerintah bekerja agar tidak menyeleweng dari Pancasila.

Orasi Yudi latif juga dapat menempatkan dengan baik hubungan antara Islam dan Pancasila. Umat Islam memang punya kontribusi penting terhadap ideologi Pancasila. Meskipun memiliki pengikut yang banyak, bukan berarti memaksakan untuk menentukan ideologi bangsa. Latar belakangnya, karena sebagai bangsa majemuk, Indonesia butuh suatu ideologi yang mampu mempersatukan keragaman itu dalam suatu landasan yang menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dan keadilan sosial.

Yudi latif juga dapat menempatkan dengan Indonesia sebagai negara beragama. Hal itu tercermin pada sila I, Ketuhanan Yang Maha Esa. Kata Esa, ditafsirkan oleh Yudi Latif yakni pandangan-pandangan ketuhanan masing-masing agama. Pancasila sebagaimana dipidatokan oleh Sukarno pada tanggal 1Juni 19545 dalam sidang BPUPKI kemudian diperingati sebagai hari lahir Pancasila.

Yang dibutuhkan saat ini, bagaimana Pancasila menjawab problem aktual. Sekarang ini, juga dialami oleh bangsa lain adanya fenomena post truth. Yakni opini dan persuasi jauh lebih canggih dan penting daripada fakta. Muncul pula otomatisasi, dalam hal mana ketenagakerjaan dan jasa dibangun atas dasar mesin dan komputasi.

Migrasi internasional, yakni pergerakan penduduk dari negara satu ke negara lain dengan segala konsekuensinya. Terakhir, dampak pandemic virus-19 tutut mempengaruhi sendi-sendi kehidupan sosial, budaya, ekonomi, geopolitik. Bisa ditambah sederet problem lain melalui perspektif masing-masing.

Dari berbagai persoalan, Pancasila perlu menjadi pijakan dalam merawat kehidupan bersama. Prinsip Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial dapat menjadi rujukan. Ruang politik, misalnya, hendaknya dapat dijadikan ‘alat’ untuk berbuat kebajikan. Tidak seperti sekarang ini. Hanya retorika belaka dan drama politik yang dilakonkan. Politik ditafsir ‘zero zum game’. Bukan itu. Politik perlu prinsip.

Orang menjadi kaya, tapi tidak kerja keras, orang jadi curiga. Kerjanya apa sehingga kaya. Orang bisa saja senang atas kesuksesan, tapi juga hendaknya punya nurani. Di ruang kelas, terjadi proses pendidikan, tetapi sebatas transfer ilmu pengetahuan, minim karakter. Ilmu pengetahuan, juga tetap dibalut oleh rasa kemanusiaan.

Pancasila, terutama dari generasi yang besar dan tumbuh pada masa orde baru, menghafal 36 butir-butir Pancasila. Saya pernah ikut penataran P4, dari level lokal hingga nasional. Ternyata, saya sadar Pancasila, tidak cukup untuk dihapalkan, tetapi lebih penting adalah praktek.

Pancasila sudah terbukti untuk melewati berbagai rintangan. Ada rasa marah, takut, dan sedih yang tidak tertahankan melihat praktek saat ini. Tapi, bukanlah saatnya untuk terus memupuk politik ketakutan. Warisan terbaik dari para pendiri bangsa adalah terus menerus menebar politik harapan. Yah, itulah salah satu cara kita merawat Pancasila. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy