Menuju Pilkada 2020, Empat Daerah di Sultra Berpeluang Dipimpin Plh – Kendari Pos
Politik

Menuju Pilkada 2020, Empat Daerah di Sultra Berpeluang Dipimpin Plh


KENDARIPOS.CO.ID — Pilkada serentak semakin dekat. Melihat komposisi calon sementara, ada empat daerah berpeluang dipimpin pelaksana harian (Plh). Alasannya, bupati dan wakil bupati maju pilkada. Jadi rival lagi. Ada juga masih bersama. Empat daerah itu adalah Wakatobi, Konut, Koltim, dan Konkep. Di Pilkada Wakatobi, Bupati Arhawi pecah kongsi dengan wakilnya Ilmiati Daud.

Keduanya sudah tegas akan berhadapan di pilkada 9 Desember mendatang. Begitu juga dengan pilkada Konut. Bupati Ruksamin sudah mantap berpisah dengan Raup. Keduanya juga sudah mendapat rekomendasi dari parpol untuk berhadapan di pilkada. Terakhir pilkada Koltim. Bupati Tony Herbiansyah menggandeng politisi PKS sebagai wakilnya, meninggalkan Andi Merya Nur.

Sementara di Konkep, Amrullah sepertinya masih kompak dengan wakilnya Andi Muh Lutfi. Kendati begitu, kalau maju bersama, maka tetap akan ada Plh. Informasi tentang adanya potensi Plh diungkapkan Kepala Biro (Karo) Pemerintah Sultra, La Ode Ali Akbar. Menurutnya, tetap disiapkan sejumlah pimpinan tinggi pratama yang nantinya menjabat posisi pelaksana harian (Plh) bupati yang akan habis masa jabatannya atau mengajukan cuti kampanye karena maju dalam Pilkada.

Kata dia, bila terdapat daerah yang wakil dan bupatinya maju dalam kontestasi politik, maka usulan Plh langsung ditunjuk dari Pemprov. Sementara jika hanya bupatinya maju maka wakilnya yang akan langsung ditunjuk sebagai Plh. “Jadi proses pengisiannya, jika dua-duanya maju maka akan diisi Plh dari Provinsi. Namun jika wakilnya tidak maju akan diisi wakilnya. Hal ini agar tidak terjadi kekosongan pemimpin daerah untuk menjalankan roda pemerintahan. Serta pelayanan masyarakat juga bisa berjalan baik meskipun proses Pilkada sementara berjalan,” kata Ali Akbar, kemarin (28/7).

Dia menambahkan, sesuai informasi yang diperoleh, kemungkinan besar Wakatobi, Konut, Konkep dan Koltim akan dijabat Plh dari Provinsi. “Kalau Muna wakilnya tidak maju tetap menjabat Plh. Begitu juga Butur. Konsel juga berpeluang. Pastinya kami masih menunggu,” jelasnya.

Dia melanjutkan, intinya yang akan menjabat Plh bupati akan bertugas selama 71 hari. Mulai 26 September sampai 5 Desember 2020. “Jadi pengusulan harus dilakukan satu bulan sebelum Plh dilaksanaan. Dimana pengusulan itu harus sudah masuk Agustus,” tutupnya. (c/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy