Langgar Prokes Covid, Pidana Ringan Menanti – Kendari Pos
Nasional

Langgar Prokes Covid, Pidana Ringan Menanti

Langgar Prokes Covid, Pidana Ringan Menanti
–Tekan Kasus Covid-19, Jokowi Minta Delapan Daerah Masifkan 3T
KENDARIPOS.CO.ID — Presiden Joko Widodo mengungkapkan pihaknya tengah menyusun aturan yang bisa menjerat pelanggar protokol kesehatan Covid-19 dengan sanksi pidana ringan. Hal itu bakal diterapkan lantaran, pria yang akrab disapa Jokowi itu melihat masyarakat banyak yang tidak patuh dengan imbauan pemerintah soal protokol kesehatan Covid-19.

“Yang kami siapkan sekarang ini untuk ada sanksi. Sanksi. Karena yang kita hadapi sekarang ini protokol kesehatan yang tidak dilakukan secara disiplin,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (13/7).

Jokowi mencontohkan adanya temuan tingkat kepatuhan yang rendah masyarakat terhadap penggunaan masker. Dalam sebuah survei, Jokowi menemukan adanya provinsi dengan tingkat kepatuhan di angka 30 persen. “Yang 70 persen enggak pakai masker. Ini gimana? Jadi kami siapkan baru pada posisi regulasi yang bisa memberikan sanksi,” kata Jokowi.

Jokowi mengaku belum menentukan bentuk sanksi yang akan diberikan kepada masyarakat yang melanggar. Namun, Jokowi membuka peluang pelanggar bisa dikenakan tindak pidana ringan (tipiring). “Masih kita bicarakan, dalam bentuk denda, mungkin dalam bentuk kerja sosial atau dalam bentuk tipiring. Masih dalam pembahasan saya kira itu akan berbeda,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penanganan virus korona atau Covid-19 di delapan provinsi dapat diprioritaskan. Delapan provinsi itu diantaranya, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Papua. Hal ini dilakukan agar kasus Covid-19 di delapan daerah tersebut bisa ditekan.

Jokowi menginginkan agar jajarannya memasifkan 3 T yakni, testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (penanganan) di wilayah tersebut. “Concern (perhatian) kita untuk memasifkan 3 T, testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (penanganan) dengan prioritas khusus testing, tracing, dan treatment ini di delapan provinsi (antara lain) Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Papua,” kata Jokowi dalam rapat terbatas ‘Percepatan Penanganan Pandemi Korona’ di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/7).

Jokowi menginginkan, pemeriksaan Covid-19 harus ditingkatkan dengan menambah fasilitas laboratorium. Hal ini tidak lain sebagai upaya pencegahan Covid-19. “Untuk tes harus ditingkatkan jumlah PCR (polymerase chain reaction) Test dengan menambah jumlah lab-lab di daerah ditambah mobil lab PCR yang kita harapkan target yang saya sampaikan bisa tercapai yaitu 30 ribu,” ujar Jokowi.

Kepala negara juga berujar, pentingnya pelacakan kasus serta pemantauan terhadap orang-orang yang berisiko terinfeksi virus korona. Serta peningkatan fasilitas di rumah sakit. “Khususnya bed (ranjang), APD, obat-obatan, ventilator, kamar isolasi ini juga masih memerlukan tambahan untuk provinsi-provinsi yang saya sebut,” harap Jokowi.

Menurutnya, jika masih ada kebutuhan penanganan Covid-19 yang belum terpenuhi, dia meminta Kementerian Kesehatan bisa berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengatasinya. “Saya tidak ingin menyampaikan banyak hal tapi saya ingin memberikan apa yang harus segera kita lakukan menyikapi adanya kenaikan kasus positif, kasus baru yang bertambah,” pungkasnya. (tan/jpnn/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy