Konut Kembali Dilanda Banjir : Ribuan Hektar Sawah Terendam, Jalan Terputus – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Konut Kembali Dilanda Banjir : Ribuan Hektar Sawah Terendam, Jalan Terputus

KENDARIPOS.CO.ID — Bencana banjir susulan kembali melanda daratan Konawe Utara (Konut). Hujan yang mengguyur selama lima hari tanpa henti, membuat debit air sungai kembali naik. Akibatnya lahan persawahan dan perkebunan milik warga ikut terendam, terutama di Kecamatan Oheo, Asera dan Landawe. “Kalau ditaksir bukan saja ratusan tapi sampai ribuan hektare lahan persawahan yang terendam air,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Konut, Djasmiddin, Senin (13/7). Ia mengaku air sempat surut pada beberapa titik. Sayangnya, intensitas hujan yang terus mengguyur selama beberapa hari membuat debit air sungai Lasolo kembali naik.

“Di Kecamatan Andowia ada tiga desa yang sudah terendam air. Yakni Desa Labungga, Laronanga dan Puwonua. Warga sudah mengungsi di rumah kerabat keluarga yang tak terdampak banjir,” ujar Djasmiddin. Selain itu banjir juga merendam Desa Alawanggudu dan Puwanggudu di Kecamatan Asera. Sebagian besar warga sudah lama berada di lokasi hunian sementara.

Untuk di Kecamatan Oheo dan Wiwirano, tidak ada yang terdampak banjir. Hanya saja, akses jalan yang menghubungkan antara satu desa dengan lainnya terputus akibat luapan air yang menggenangi badan jalan. “Kecamatan Wiwirano yang terdampak banjir belum ada laporan. Hanya akses jalan masuk Desa Pondoa dan Padalere Utama, jembatan penghubungnya terendam banjir. Karena ada luapan sungai Paralahune di situ. Akibatnya dua desa itu tidak bisa diakses,” urainya.

Sedangkan di Kecamatan Landawe ada dua desa yang terdampak banjir susulan. Yakni, Desa Landiwo dan Kuratao. Sedangkan akses jalan menuju Desa Tambakua terputus akibat banjir. “Untuk di Kecamatan Oheo areal persawahan yang terendam mencapai ribuan hektare. Kemudian akses jalan trans Sulawesi di Desa Samandete juga terputus. Sekarang mobil maupun motor menggunakan rakit untuk bisa melintas,” katanya.

Bupati Konut, Ruksamin, menuturkan seluruh tim gabungan dari pemerintah, TNI/Polri, Basarnas dan relawan banjir bahu membahu membantu warga. Saat ini ada tiga darurat bencana yang dihadapi. Baik bencana alam maupun non alam. Olehnya itu, Ruksamin menyarankan agar masyarakat tetap waspada dalam menjaga diri dari musibah.

“Saat ini tiga darurat yang dihadapi. Yakni darurat Covid-19, yang sampai ini belum diketahui kapan berakhir. Makanya saya harap seluruh warga tetap menjaga kampung kita untuk tidak terjangkit Covid. Yang bisa menghentikan adalah diri kita sendiri,” pinta Ruksamin. Kemudian darurat banjir dan gelombang tinggi menjadi ancaman bagi warga. Sehingga bupati meminta seluruh warga untuk senantiasa mawas diri dari banjir. Apalagi pengalaman tahun 2019 lalu, dampak banjir sangat dirasakan warga. “Kita berdoa supaya hujan cepat reda, sehingga situasi kembali normal,” pungkasnya. (b/min)

Wilayah Terdampak Banjir di Bumi Oheo :

  • Kecamatan Andowia :
  • Desa Labungga, Laronanga dan Puwonua
  • Kecamatan Asera :
  • Desa Alawanggudu dan Puwanggudu
    (Sebagian besar warga sudah lama berada di lokasi hunian sementara).
  • Kecamatan Wiwirano
  • Akses jalan masuk Desa Pondoa dan Padalere Utama, terputus.
  • Jembatan penghubung terendam banjir karena ada luapan sungai Paralahune.
  • Kecamatan Landawe
  • Desa Landiwo dan Kuratao terdampak banjir susulan.
  • Akses jalan menuju Desa Tambakua terputus akibat banjir.
  • Kecamatan Oheo
  • Areal persawahan terendam mencapai ribuan hektare.
  • Akses jalan Trans Sulawesi di Desa Samandete juga terputus.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy