Penerima KIP-K UHO Dijatah Rp 6,6 Juta Per Semester – Kendari Pos
Edukasi

Penerima KIP-K UHO Dijatah Rp 6,6 Juta Per Semester

Calon penerima Bidikmisi UHO saat mengikuti tes.

KENDARIPOS.CO.ID — Kuota penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) tahun 2020 Universitas Halu Oleo (UHO) mencapai 2011 orang. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan kuota tahun lalu yang hanya 1.300 orang.

“KIP-K merupakan upaya pemerintah untuk memberi kesempatan bagi mahasiswa miskin berprestasi agar bisa melanjutkan pendidikanya di perguruan tinggi negeri, seperti UHO,” ungkap Ketua Pembina Bidikmisi UHO Pendais Haq, S.Ag., M.Pd., pada Kendari Pos, Selasa (28/7).

Bagi penerima KIP-K UHO nantinya akan menerima bantuan pendidikan sebanyak Rp 6.600.000, dengan rincian Rp 2.400.000 uang kuliah, dan Rp 4.200.000 untuk biaya hidup mahasiswa.

“Jadi setiap semester akan rutin di transfer langsung ke rekening masing-masing penerima sebesar Rp 4,2 juta. Sedangkan untuk uang kuliah sebesar 2,4 juta langsung ditransfer ke rekening kampus. Sehingga, tidak ada lagi potongan, karena seluruh uang langsung diterima dan dikelola oleh masing-masing mahasiswa. Jadi tidak ada orang ke tiga dalam hal ini,” jelasnya.

Lanjut dia, total kuota KIP-K UHO dibagi dalam tiga tahap jalur penerimaan, dengan kuota yang berbeda-beda, yakni pada jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebesar 30 persen, jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 40 persen, dan Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) sebanyak 30 persen.

“Dalam hal ini, KIP diperuntukan bagi calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang saat ini memegang KIP atau memiliki Kartu Keluarga Sejahtera, yang kemudian diwajibkan memiliki akun KIP-K sebagai syarat dari Kemendikbud,” terang Pendais.

Sebelumnya, pendaftar KIP-K UHO melalui jalur SNMPTN telah diumumkan melalui web resmi UHO. Sebanyak 701 orang telah dinyatakan lulus oleh Kemendikbud. Namun, setelah dilakukan Verivikasi langsung oleh pihak universitas, terdapat beberapa mahasiswa yang tidak memiliki akun KIP-K. Sementara salah satu syarat wajib penerima KIP-K harus memiliki akun KIP-K terlebih dahulu.

“Setelah ditelusuri mereka yang tidak memiliki akun KIP-K ini diloloskan oleh Kemendikbud, dikarenakan memiliki KIP ketika SMA. Ada juga beberapa orang yang ditemukan saat verifikasi orang tuanya merupakan ASN seperti Polisi. Sehingga mereka dinyatakan gugur,” terangnya.

Diakuinya, berdasarkan hasil pengumuman KIP-K jalur SNMPTN kemarin, terdapat beberapa pendaftar yang melapor dikarenakan mereka tidak lolos padahal memiliki KIP-K dan telah memiliki akun. Bagi pendaftar yang melapor tersebut didata dan kemudian dilaporkan oleh Kemendikbud selaku panitia pusat.

“Kemarin kita sudah laporkan. Namun, Kemendikbud mengimbau untuk menunggu terlebih dahulu hingga pengumuman KIP-K jalur SBMPTN diumumkan. Jika kuota KIP-K SBMPTN tidak terenuhi maka pendaftar dari jalur SNMPTN yang memiliki KIP akan diprioritaskan, guna mengisi kuota yang kosong tersebut,” pungkasnya. (b/idh)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy