Kendalikan Inflasi, Pemprov Sultra Fokus Tingkatkan Produksi – Kendari Pos
Metro Kendari

Kendalikan Inflasi, Pemprov Sultra Fokus Tingkatkan Produksi

Gubernur Sultra, Ali Mazi (dua dari kanan) didampingi oleh PJ Sekda Sultra, La Ode Ahmad PB (dua dari kiri), Kepala Disperindag Sultra, Siti Saleha (kiri), Kepala Biro Ekonomi Sultra, Yuni Nurmalawati (kanan) mengikuti Rakor Wilayan TPID dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Bank Indonesia.

KENDARIPOS.CO.ID — Pandemi corona merabah ke segala aspek terutama di sektor perekonomian. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi menjadi tidak stabil. Pada Mei 2020, laju inflasi mengalami peningkatan 0,26 persen (mtm). Untuk itulah, Pemprov Sultra begitu fokus memprioritaskan upaya pengendalian inflasi.

Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan pengendalian inflasi merupakan salah satu prioritas Sultra karena dengan inflasi rendah dan stabil dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan peningkatan iklim investasi. Atas dasar itu, Kementerian Perekonomian meminta Pemda menjaga stabilitas harga dengan meningkatkan ketersediaan pangan dalam menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok memasuki era new normal ini.

“Ini sudah merupakan kewajiban kita bersama sebagai upaya pencegahan terjadinya inflasi yang berpotensi menyusahkan masyarakat dan menimbulkan krisis yang berkepanjangan,” kata Ali Mazi dalam Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang diikuti 10 Provinsi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Bank Indonesia kemarin.

Pada Mei 2020, inflasi Sultra mengalami peningkatan dengan capaian sebesar 0,26% (mtm). Dengan capain inflasi pada bulan Mei, inflasi tahunan kalender dan tahunan Sultra tercatat masing-masing sebesar -0,39% (ytd) dan -0,21% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,90% (ytd) dan 2,19% (yoy).

“Saat ini, TPID Provinsi Sultra terus melakukan upaya dalam pengendalian inflasi daerah melalui penguatan aspek 4K yaitu ketersedian pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran ditribusi, dan komunikasi efektif,” ungkapnya.

Dalam pengendalian inflasi, Sultra terus berupaya peningkatan produksi beras, dengan melakukan terobosan menggunakan varietas unggul (Trisakti). Varietas ini dipilih sebab, memiliki periode panen yang lebih singkat dibandingkan varietas lainnya. Varietas trisaksi dapat dipanen selama 2,5 bulan dengan rata-rata produktivitas 11,8 ton perhektar dibandingkan variates lainnya yang hanya sebesar 4,3 ton per hektar.

Stok beras kata dia, surplus atau mencapai 74.331 ton. Jumlah konsumsi masyarakat Sultra yang hanya sebesar 21.804 ton perbulan. Untuk gula pasir sebanyak 1.687 ton, surplus jika dibandingkan dengan jumlah konsumsi masyarakat sebesar 1.525 ton perbulan. “Stok Daging Sapi saat ini sebanyak 150 ton, surpluss jika dibandingkan dengan jumlah konsumsi masyarakat sebesar 115 ton perbulan. Kita berharap ini bisa terus kita pertahankan demi mengendalikan inflasi daerah,” ujarnya.

Sekretaris TPID wilayah Sultra, Yuni Nurmalawati mengatakan untuk menjaga inflasi setiap daerah, penekanan ada pada peningkatan kerjasama antar daerah atau antar provinsi. “Wacana ini sudah berkembang dan dibahas dalam pertemuan secara daring. Bahkan para peserta rapat yang ikut mengapresiasi langkah gubernur Sultra, sebab kita sudah ambil langklah awal dengan mengadakan kerjasama TPID antar kabupaten kota sejak 2019 lalu,” ungkap Plt Karo Ekonomi Sultra ini. (b/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy